RELUNG.ID — Upaya mitigasi perubahan iklim di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus digencarkan dengan langkah-langkah terencana, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) 2020-2050, Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan bauran energi terbarukan sebesar 21,06 persen pada tahun 2025 dan 22,56 persen pada tahun 2050.
Namun, target ini perlu lebih ambisius karena realisasi bauran energi terbarukan di Sumsel pada tahun 2022 telah melampaui target, mencapai 23,85 persen menurut data ESDM Sumsel tahun 2024.
Untuk membahas potensi dan pemanfaatan energi terbarukan di Sumsel, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengadakan lokakarya jurnalis di Hotel Aston.
Kasubbid Pariwisata, Industri, dan Perdagangan Bappeda Provinsi Sumsel, Marini, menyatakan bahwa potensi energi baru terbarukan di Sumsel mencapai 21.032 MW, tetapi baru 973,95 MW yang terpasang.
“Sumsel memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk energi surya, pembangkit listrik tenaga air, angin, dan panas bumi,” ujar Marini.
Potensi energi terbarukan dari air adalah 448 MW dengan 21,93 MW yang terpasang. Energi surya memiliki potensi 17.233 MW dengan 3,52 MW yang terpasang, dan panas bumi memiliki potensi 918 MW dengan 146 MW yang terpasang. Bioenergi memiliki potensi 813,41 MW.
Analis Teknologi Penyimpanan Energi dan Materi Baterai dari IESR, His Muhammad Bintang, menambahkan bahwa tantangan transisi energi terbarukan di Sumsel meliputi daya tarik proyek untuk investor dan pengembang, terbatasnya insentif, dan sistem kuota oleh PLN.
Strategi yang dapat dilakukan termasuk menginisiasi penggunaan PLTS atap untuk gedung pemerintah dan komersial, serta mendorong sektor industri, terutama migas dan tambang, untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dalam operasi mereka dan melalui program-program CSR.
“Transformasi ekonomi yang berkelanjutan di Sumsel perlu dipersiapkan, tidak hanya bertumpu pada industri migas dan batubara. Aktivitas ekonomi baru akan meningkatkan permintaan listrik untuk penetrasi energi terbarukan,” jelasnya.[RG]

