RELUNG.ID – Ambisi Sumsel United menatap kompetisi Championship musim 2026/27 terancam terganggu. Klub berjuluk Laskar Juaro itu kini dibayangi sanksi pengurangan poin setelah dinilai belum memenuhi syarat lisensi klub dalam hasil Club Licensing Cycle 2025/26 yang diumumkan I.League.
Meski begitu, manajemen Sumsel United belum menyerah. Klub asal Sumatera Selatan tersebut memastikan akan mengajukan banding dan menuntaskan seluruh kekurangan dokumen sebelum batas waktu yang ditentukan pada 22 Mei 2026.
Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama (CSU), Erick Yuniman, menegaskan keputusan yang diumumkan I.League masih bersifat tahap pertama dan belum final. Menurutnya, Sumsel United hanya tinggal menyelesaikan satu dokumen penting terkait audit finansial klub.
“Dari lima aspek yang dibutuhkan dalam proses Club Licensing Cycle, kita hanya tinggal melengkapi surat auditor saja. Mudah-mudahan semuanya selesai pada Senin nanti,” ujar Erick dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).
Lima aspek yang menjadi penilaian dalam lisensi klub tersebut meliputi sektor olahraga (sporting), infrastruktur, administrasi dan personel, legalitas, hingga kondisi finansial klub.
Erick optimistis Sumsel United mampu memenuhi standar yang ditetapkan PSSI dan AFC sehingga bisa mendapatkan status Granted tanpa sanksi tambahan.
Menurutnya, proses club licensing menjadi langkah penting dalam membangun tata kelola sepak bola yang lebih profesional di Indonesia. Ia juga menilai regulasi tersebut akan membuat klub semakin tertata dalam berbagai aspek.
“Program Club Licensing Cycle sangat baik karena mendorong klub berkembang dan meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia ke depan,” katanya.
Ancaman pengurangan poin tentu menjadi kabar buruk bagi Sumsel United yang baru saja menutup musim Championship dengan performa cukup impresif. Laskar Juaro finis di papan atas klasemen dan mulai digadang-gadang menjadi kekuatan baru sepak bola Sumatera Selatan.
Namun, jika proses lisensi gagal dipenuhi tepat waktu, Sumsel United bisa memulai musim dengan beban besar berupa pengurangan poin yang dapat memengaruhi persaingan sejak awal kompetisi.
Sementara itu, I.League dalam pengumuman resminya menyebut sejumlah klub telah mendapatkan status Granted untuk lisensi ACL 2. Klub-klub tersebut antara lain PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.
Sedangkan beberapa klub lain memperoleh status Granted with Sanctions, termasuk Arema FC dan Bali United FC.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, mengatakan proses club licensing bukan hanya soal administrasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang sehat dan berkelanjutan.
“Club licensing menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan klub di Indonesia,” ungkap Asep.[THQ]

