RELUNG.ID – Indeks kerawanan Pemilihan Umum (Pemilu) di Sumsel diklaim cukup baik.
Seperti diketahui, Sumsel berada di urutan ke-19 untuk Indeks kerawanan Pemilu.
Meski demikian, bukan tidak mungkin gangguan keamanan dapat terjadi menjelang Pemilu 2024.
Baca Juga: Beli Suzuki di GIIAS Surabaya, Dapat Cashback Puluhan Juta
“Jadi saya minta semua pihak tidak boleh lengah,” kata Gubernur Sumsel, Herman Deru saat membuka Rapat Koordinasi bersama Forkopimda Sumsel dan Forkopimda Kabupaten/Kota se Sumsel di Ballroom Hotel Wyndham, Kamis (21/9).
Menurutnya, ancaman gangguan kamtimbnas saat pemilu dan Pilkada sulit untuk diprediksi. Dia meminta Bupati dan Walikota untuk meminimalisir gangguan kamtimbas di daerahnya.
Untuk meminimalisasi gangguan kamtibmas ini, saat ini Pemprov Sumsel dan berbagai pihak mengambil langkah cepat. Yaitu, dengan mempererat koordinasi.
Baca Juga: Seres E1 Produk Terbaru di Lantai GIIAS Surabaya
“Langkah ini penting dilakukan untuk menyamakan frekuensi sehingga pemilu 2024 ini dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Pj Bupati Muba, Apriyadi menambahkan, menjelang kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Pihaknya terus melakukan deteksi dini potensi terjadinya masalah saat pelaksaan pemilu 2024.
“Deteksi diini ini harus ada sinergi dengan berbagai pihak. Inilah yang harus terus dimaksimalkan untuk tetap zero konflik khususnya di Muba,” singkatnya.

