Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Keluang, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terpaksa diliburkan. Hal ini untuk mengantisipasi dampak dari semburan minyak dari sumur ilegal yang berada di dekat lokasi.
Demikian diakui oleh Pj Bupati Muba, Apriyadi, Jumat (16/9).
Dia mengatakan pihaknya mendapatkan informasi jika semburan minyak tersebut tidak jauh dari lokasi sekolah. Karena itu, dia pun meminta untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba untuk mengintruksikan sekolah agar libur sementara dari aktivitas belajar.
“Ya benar, tapi tadi pagi sekolah itu sudah kembali beraktivitas kembali seperti biasa karena semburan dari sumur minyak itu dapat dikendalikan,” katanya.
Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan Forkopimda Muba untuk memastikan lokasi tersebut tidak menimbulkan potensi kebakaran dan korban jiwa. Menurutnya, prioritas yang harus dilakukan pemerintah daerah yaitu melakukan evakuasi masyarakat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan demi keselamatan warga.
“Kami juga terus mendorong agar dilakukan percepatan penerbitan regulasi yang tegas dan jelas. Sehingga, dapat Pemda dapat maksimal melakukan penertiban dan pencegahan,” harapnya.
Seperti diketahui, Aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Musi Banyuasin.
Terbukti, aktivitas pengeboran minyak ilegal didapati di Kecamatan Keluang. Akibatnya, sumur ilegal tersebut mengeluarkan semburan air bercampur lumpur disertai minyak dan gas. Kondisi ini pun dimanfaatkan warga setempat untuk mengambil minyak mentah dengan membawa ember hingga drum.
Aktivitas ini pun terekam oleh kamera warga dan tersebar di berbagai media sosial.

