RELUNG.ID – T-Mobile menggunakan momentum Super Bowl, salah satu acara terbesar tahun ini, untuk mengumumkan peluncuran beta layanan T-Mobile Starlink yang kini dapat diakses oleh siapa saja di Amerika Serikat.
Layanan ini bekerja sama dengan Starlink milik SpaceX, dan dirancang untuk menghadirkan jangkauan seluler di area seluas 500.000 mil persegi yang selama ini tidak terjangkau oleh menara seluler konvensional.
T-Mobile Starlink memungkinkan pengguna untuk terhubung ke jaringan satelit tanpa perlu mengganti perangkat.
Ponsel yang dimiliki saat ini pun dapat langsung terhubung secara otomatis ke satelit ketika berada di luar jangkauan jaringan seluler tradisional.
Saat ini, layanan hanya mendukung pengiriman dan penerimaan pesan teks termasuk pesan teks grup dan reaksi.
Fitur tambahan seperti pengiriman foto, panggilan suara, dan penggunaan data direncanakan akan diintegrasikan di masa mendatang.
Bagi penduduk Amerika Serikat, pendaftaran layanan ini dapat dilakukan melalui tautan khusus yang disediakan oleh T-Mobile.
Setelah diterima dalam program beta, pengguna dapat menikmati layanan ini secara gratis hingga bulan Juli, tanpa memandang operator yang digunakan.
Tak hanya pelanggan T-Mobile, pelanggan AT&T dan Verizon pun bisa mendaftar dan mencoba layanan beta ini.
Setelah masa uji coba berakhir, terdapat ketentuan tarif khusus untuk berbagai segmen pelanggan. Pelanggan T-Mobile dengan paket Go5G Next termasuk pengguna bisnis di Go5G Business Next dan agensi penanggap pertama di paket T-Priority akan tetap menggunakan Starlink tanpa biaya tambahan.
Sementara pelanggan T-Mobile lainnya dapat menambahkan layanan ini ke paket mereka dengan biaya $15 per bulan, dengan harga promo $10 per bulan bagi yang mendaftar pada bulan ini.
Untuk pelanggan AT&T dan Verizon, layanan lanjutan akan ditawarkan dengan tarif sedikit lebih tinggi, yaitu $20 per bulan.
Selain fungsi utama untuk pengiriman pesan teks, T-Mobile Starlink juga dirancang untuk menyiarkan Peringatan Darurat Nirkabel (WEA) ke pengguna, tanpa memandang operator.
Fitur ini sangat berguna terutama bagi pendaki atau masyarakat yang berada di area terpencil, yang dapat menerima informasi penting terkait kondisi cuaca atau situasi darurat.
T-Mobile telah menerapkan sistem ini dalam situasi krisis sebelumnya, seperti pasca badai Helene dan Milton serta saat terjadi kebakaran hutan di Los Angeles.
“T-Mobile Starlink adalah jaringan seluler berbasis ruang angkasa pertama dan satu-satunya di AS yang secara otomatis terhubung ke ponsel Anda sehingga Anda dapat terhubung bahkan di tempat yang tidak terjangkau jaringan seluler,” kata Presiden dan CEO T-Mobile, Mike Sievert.
Menurutnya, pencapaian teknis yang sangat besar dan merupakan pengubah permainan bagi semua pengguna nirkabel.
“Kami masih berada di masa-masa awal uji beta, namun kami optimis bahwa dengan inovasi ini, masalah zona mati akan segera menjadi masa lalu,” tutupnya. (LWM)

