RELUNG.ID – Perusahaan teknologi, Qualcomm mengungkapkan rencana besar mereka di tahun 2024.
Rencana tersebut yaitu meluncurkan Snapdragon 8 Gen4.
Ini merupakan langkah signifikan setelah suksesnya peluncuran Snapdragon 8 Gen3, yang telah menciptakan lompatan teknologi dalam dunia smartphone.
Baca Juga: Toyota Perkenalkan Neo Steer Setir Canggih
Salah satu sorotan utama dari Snapdragon 8 Gen4 adalah penggunaan inti CPU Oryon yang dikembangkan secara eksklusif oleh Qualcomm.
Ini adalah langkah penting karena menandai pergeseran dari arsitektur ARM yang digunakan pada pendahulunya.
Qualcomm berkomitmen untuk mencapai “tingkat kinerja yang luar biasa” dengan ini, menunjukkan tekadnya untuk terus memimpin dalam industri chipset seluler.
Baca Juga: Sidang Dugaan Tipikor PT MEP, Saksi Ahli: Tidak Ada Kerugian Negara Jika Ada Cicilan dan Jaminannya
Senior Vice President Qualcomm, Chris Patrick mengatakan, kustomisasi inti CPU tidak selalu berarti biaya yang lebih tinggi.
Sebaliknya, itu memungkinkan Qualcomm mencapai keseimbangan yang berbeda antara harga, konsumsi daya, dan kinerja, yang akan memberikan manfaat besar bagi konsumen.
Namun, satu hal yang tidak dapat diabaikan adalah kemungkinan kenaikan harga.
Baca Juga: Dex Siap Debut di Dunia Akting Drama Drakor ‘I Shopping’
Chris Patrick mengakui bahwa Snapdragon 8 Gen4 mungkin akan datang dengan label harga yang lebih tinggi.
Hal ini berpotensi memengaruhi produsen smartphone terkemuka seperti Samsung, Xiaomi, dan OnePlus, yang mungkin akan menghadapi tantangan dalam memasukkan chipset ini ke dalam ponsel flagship mereka tanpa meningkatkan biaya bagi konsumen akhir.
Konsekuensinya adalah kenaikan harga di perangkat unggulan seperti Samsung Galaxy S25 series, Xiaomi 15 series, OnePlus 13, dan lainnya.
Baca Juga: Fakta Unik, Ternyata Luffy Tidak Bisa Baca
Kehadiran Snapdragon 8 Gen4 di pasar dapat mengubah lanskap harga di industri smartphone.
Selama beberapa tahun mendatang, pengaruh Snapdragon 8 Gen4 terhadap pasar smartphone akan dipantau dengan cermat.

