RELUNG.ID – Stasiun Kertapati tidak hanya menjadi titik utama pergerakan penumpang di Sumatera Selatan. Lebih dari itu, stasiun ini kini menjelma sebagai pusat distribusi logistik strategis, khususnya komoditas batubara dan bahan bakar minyak (BBM).
Manager Humas KAI Divisi Regional III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan Stasiun Kertapati memegang peran ganda. Selain melayani perjalanan antarkota dan provinsi, stasiun ini juga menjadi simpul logistik penting di wilayah Sumsel.
“Stasiun Kertapati menjadi titik vital pengangkutan komoditas strategis, seperti batubara dan BBM, yang berkontribusi besar pada pasokan energi nasional,” kata Aida, Rabu (12/6).
Sepanjang Januari hingga Mei 2025, Stasiun Kertapati telah membongkar sebanyak 4.195.691 ton batubara. Angka ini mencakup 35,2 persen dari total 11.916.263 ton batubara yang dibongkar di seluruh stasiun pembongkaran wilayah KAI Divre III Palembang.
Selain batubara, Kertapati juga menjadi stasiun awal pengiriman BBM ke sejumlah wilayah di Sumsel. Tercatat, sebanyak 147.033 ton BBM telah diberangkatkan menuju daerah seperti Lahat, Lubuklinggau, dan Baturaja.
“Distribusi logistik dari Stasiun Kertapati sangat signifikan. Ini mendukung kelancaran pasokan energi di dalam provinsi maupun untuk kebutuhan nasional,” jelas Aida.
Meski memiliki peran penting dalam logistik, layanan angkutan penumpang tetap menjadi fungsi utama. Pada periode yang sama, stasiun ini melayani 209.605 penumpang yang berangkat dan 207.691 penumpang yang tiba. Jumlah ini hampir menyentuh 50 persen dari total pergerakan penumpang di seluruh stasiun wilayah Divre III Palembang.
“Ini menunjukkan bahwa Stasiun Kertapati adalah titik sentral, baik untuk mobilitas masyarakat maupun arus distribusi barang,” tambahnya. (KPB)

