Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Tarif Impor Trump Ancam Ekspor Sumsel, Ekonom Peringatkan Risiko PHK Massal
Bisnis

Tarif Impor Trump Ancam Ekspor Sumsel, Ekonom Peringatkan Risiko PHK Massal

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda17/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Ekspor, Foto : Pixabay
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Keputusan mantan Presiden AS, Donald Trump, yang kembali ke tampuk kekuasaan dan menetapkan tarif impor sebesar 19% untuk produk asal Indonesia dinilai berpotensi menekan laju ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel). Sebagai provinsi yang menganut sistem ekonomi terbuka, Sumsel dinilai rentan terhadap gejolak eksternal, khususnya kebijakan proteksionis seperti yang diterapkan AS.

Pengamat ekonomi Universitas Sriwijaya, Sukanto, mengatakan bahwa kenaikan tarif tersebut secara langsung akan menurunkan daya saing ekspor Sumsel, terutama ke pasar Amerika Serikat. Dampaknya tidak hanya terbatas pada penurunan permintaan, namun juga bisa melemahkan kinerja sektor-sektor strategis di daerah.

“Harga jual produk menjadi tidak kompetitif. Jika permintaan dari AS turun, maka ekspor Sumsel pun terdampak. Kinerja sektoral seperti industri pengolahan karet atau minyak nabati bisa ikut tertekan,” ujar Sukanto saat diwawancarai Bisnis, Kamis (17/7/2025).

Sejumlah komoditas unggulan Sumsel yang selama ini dikirim ke pasar AS antara lain karet dan produk turunannya, bahan bakar mineral, bubur kertas, serta minyak dan lemak nabati. Menurut Sukanto, dalam lima tahun terakhir ekspor menyumbang sekitar 16% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel, dengan ekspor ke AS mencakup 5,5% dari total ekspor tersebut.

“Kalau dihitung secara kasar, potensi dampaknya terhadap ekonomi Sumsel bisa mencapai 0,9%. Meski tampak kecil, namun imbasnya bisa meluas,” jelasnya.

Lebih jauh, Sukanto memperingatkan bahwa kebijakan tarif tinggi AS bisa memicu inflasi di negara tersebut karena keterbatasan produk impor, khususnya dari Tiongkok. Kondisi ini bisa mendorong Tiongkok memperluas pasar ekspornya ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.

“Jika produk Tiongkok masuk besar-besaran ke pasar domestik dengan harga murah, industri dalam negeri akan kesulitan bersaing. Dalam jangka menengah, ini bisa menyebabkan kebangkrutan usaha lokal dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujarnya.

Untuk meredam potensi guncangan, Sukanto mendorong pemerintah daerah dan pusat agar segera melakukan langkah antisipatif. Ia menyarankan agar ekspor Sumsel tidak lagi terlalu bergantung pada pasar tradisional seperti AS, dan mulai membuka peluang ke kawasan lain.

“Negara-negara BRICS dan Uni Eropa bisa jadi alternatif. Selain itu, perkuat juga integrasi ekonomi di kawasan ASEAN,” tambahnya.

Tak kalah penting, menurut Sukanto, adalah deregulasi dan pemangkasan ekonomi biaya tinggi agar produk dalam negeri semakin kompetitif dan tidak kalah saing dari barang impor.

“Daya saing kita harus ditingkatkan dari sisi biaya produksi dan efisiensi. Itu kunci agar kita bisa bertahan dalam tekanan global,” pungkasnya.

Dengan berbagai tantangan global yang mengintai, sinergi lintas sektor dan langkah strategis dari pemerintah menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi Sumsel di tengah dinamika geopolitik internasional.

Ekspor Sumsel PHK Tarif Impor Trump
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMaula Akbar Putra Dedi Mulyadi dan Wabup Garut Putri Karlina Resmi Menikah, Dekorasi Didominasi Bambu
Next Article Pendaki Asal Swiss Terpeleset di Gunung Rinjani, Alami Luka Serius
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/20262 Views
Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202613 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,947 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,817 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,790 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?