Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel terus berupaya untuk mengantisipasi terjadinya tawuran.
Salah satu antisipasi dilakukan yaitu dengan menerjunkan tim ke beberapa titik yang rawan tawuran.
Berdasarkan data, setidaknya ada 43 titik yang rawan terjadinya tawuran di Palembang
Baca Juga: Light Novel Tensei Shitara Slime Datta Ken Diadaptasi Jadi Komik Spin Off
Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan, aksi tawuran ini hampir terjadi setiap malam di bulan Ramadhan. Mereka tawurannya sambil menunggu sahur dan selesai Salat Tarawih.
“Untuk mengantisipasi aksi tawuran, maupun kejahatan jalan balap liar serta aksi 3C kami Ditreskrimum Polda Sumsel bersama Satreskrim Polrestabes Palembang melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD),” katanya.
Hingga saat ini, telah banyak penindakan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sumsel maupun Satreskrim Polrestabes Palembang terhadap para pelaku tawuran dan yang akan tawuran dengan sejumlah barang bukti berbagai jenis senjata tajam.
Baca Juga: Ingat! Tiga Hal yang Merusak Pahala Puasa Ramadhan
Setidaknya ada 50 orang remaja yang terlibat aksi tawuran di Palembang. Mereka rata-rata masih di bawah umur.
“Kami harap masyarakat yang melihat ataupun mengetahui aksi ini, segera melapor melalui nomor WhatsApp bantuan polisi supaya segera ditindak lanjuti oleh anggota yang sedang melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan,” pungkasnya.

