RELUNG.ID – Puluhan pelajar SMKN 3 Lubuklinggau menyambangi sekolah MAN 2 Lubuklinggau untuk melakukan aksi tawuran.
Dimana aksi tawuran tersebut pecah di halaman depan tepatnya di pintu masuk MAN 2 pada Rabu, 19 November 2025 sekitar pukul 08.00 WIB.
Aksi tawuran tersebut pecah diduga dipicu hal sepele yakni adanya seorang pelajar MAN 2 yang main bola basket di SMKN 3 hingga terjadi ketersinggungan. Kemudian persoalan meluas hingga berujung dengan aksi tawuran.
Dimana puluhan puluhan pelajar SMKN 3 mendatangi sekolah MAN 2 di Jalan Pasir, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
“Memang sudah dari pagi anak SMKN 3 menunggu di lorong depan sembari geber-geber motor,” kata salah seorang pelajar MAN 2 Lubuklinggau.
Kemudian menurutnya, sekitar pukul 08.00 WIB, diduga puluhan pelajar SMKN 3 langsung bergerak menyerang dengan berusaha masuk lewat pintu depan sekolah MAN 2.
Namun ternyata di jam tersebut pihak sekolah telah menutup pintu gerbang sekolah, sehingga puluhan pelajar SMKN 3 tertahan diluar.
“Jadi sempat ada lempar-lemparan batu. Dari kami (pelajar MAN 2) ada yang kena kepala, dari mereka (pelajar SMKN 3) juga ada yang kena,” ujar dia.
Selanjutnya aksi tawuran tersebut tidak sampai meluas. Pasalnya Polisi yang mendapatkan informasi adanya aksi tawuran pelajar, langsung meluncur ke lokasi dan berhasil diredam dengan dilakukan mediasi sekaligus diberikan peringatan.
Terpisah Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Rodiman menjelaskan pemicu terjadinya tawuran yang dilakukan puluhan pelajar SMKN dengan menyerang ke sekolah MAN 2 dikarenakan soal ketersinggungan. Bermula menurutnya pada Selasa sore kemarin, sah satu pelajar MAN 2 main basket di ajak oleh temannya di SMKN 3.
“Karena anak dari luar sekolah, jadi ditanya oleh Gurunya dengan mengatakan dari mana. Maksudnya, kalau memang mau main harus ada dari sekolah, izin dulu,” ungkapnya.
“Jadi dikatakan tidak boleh. Lalu emosi anak tadi dengan mengucap kata-kata yang menjelekan sekolah,” jelasnya.
Kemudian hak itu diduga sampai ke telinga sejumlah pelajar SMKN 3. Sehingga saling sindir via WhatsApp sesama pelajar yang berujung dengan aksi tawuran. Dimana puluhan pelajar SMKN 3 mendatangi sekolah MAN 2 untuk melakukan aksi tawuran.
“Sempat memang ada saling lempar pakai batu, kemudian persoalannya sudah selesai. Para guru dari masing-masing sekolah sudah ditemui dan dilakukan proses mediasi,” pungkasnya. (LWM)

