RELUNG.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berupaya menekan angka penyebaran penyakit demam berdarah dangue (DBD) melalui kampanye gerakan 3M plus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto mengatakan bahwa angka kasus DBD di daerahnya cenderung mengalami peningkatan yang mengancam keselamatan warga di daerah itu. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes agepti ini menyerang masyarakat semua kalangan usia terlebih lagi saat musim hujan seperti sekarang ini.
“Dari data kami, sepanjang tahun 2022 terdapat 45 kasus penderita DBD di OKU,” katanya, Senin (16/1).
Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, Darah Filipina-Amerika Menangkan Miss Universe 2022
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya lima kasus. Meskipun tidak ada korban jiwa, pasien mulai dari anak-anak hingga masyarakat usia 44 tahun tersebut terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit setempat akibat DBD.
Karena itu, untuk menekan angka penyebarannya pihaknya mengkampanyekan gerakan 3M plus agar penularan DBD ke manusia dapat dikendalikan.
“Dalam kampanye ini kami mengajak masyarakat untuk menerapkan pola 3M plus yaitu menguras, menutup dan mengubur barang bekas agar tidak ada celah bagi nyamuk untuk berkembang biak,” terangnya.
Baca Juga: Ultah 27 Tahun, Jennie BLACKPINK Dapat Kejutan Begini di Hong Kong
Menurutnya, cara ini dianggap sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit DBD agar tidak menyebar kepada masyarakat khususnya anak-anak. “Untuk plusnya yaitu menghindari gigitan nyamuk dengan tidur menggunakan kelambu atau menyalakan obat nyamuk,” katanya.
Selain menggunakan obat nyamuk, masyarakat juga diminta memasang kawat kasa pada jendela dan pentilasi agar nyamuk tidak masuk ke dalam rumah. “Bisa juga menabur bubuk Abate di tempat penampungan air untuk membunuh jentik-jentik nyamuk agar tidak berkembang biak,” pungkasnya.

