RELUNG.ID — Penggunaan teknologi Geo Spasial menjadi topik penting dalam Oslo Tropical Forest Forum (OTFF) 2024. Rasio Ridho Sani, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hadir sebagai salah satu pembicara pada sesi “From satellite imagery to action on the ground: Linking data, people, and policy development of effective forest protection” di Clarion Hotel The Hub, Oslo, Norwegia, tanggal 25 – 26 Juni 2024.
Pembicara lainnya termasuk Tasso Azevedo (General Coordinator, MapBiomas), Christian Samper (Managing Director and Leader of Nature Solutions, Bezos Earth Fund), Jamal Annagylyjova (CBD Secretariat), Joana Faggin (Senior Researcher and team manager Deforestation-free Supply Chains, AidEnvironment), serta Mikaela Weisse (Director Global Forest Watch, WRI).
Rasio Ridho Sani menyampaikan bahwa penegakan hukum yang konsisten merupakan komitmen pemerintah Indonesia. Di Gakkum Center Intelligence (GIC) KLHK, penerapan sains dan teknologi termasuk penggunaan citra satelit adalah elemen penting dalam mendukung pengambilan keputusan.
“Data dan informasi yang akurat adalah keharusan dalam penegakan hukum, yang dicapai melalui analisis multi-layer dan multi-tools, termasuk pemanfaatan citra satelit, Geospatial Artificial Intelligence (GeoAI), dan investigasi lapangan, ” kata dia.
Penggunaan teknologi yang didukung analisis multi-layer, termasuk GeoAI, telah mempercepat dan meningkatkan akurasi deteksi, intervensi, dan aksi penegakan hukum terhadap deforestasi, pencemaran, dan perusakan lingkungan.
Mikaela Weisse, Direktur Global Forest Watch-WRI, mengapresiasi inisiatif dan inovasi GIC dalam penerapan GeoAI untuk monitoring kawasan hutan.
Menteri Lingkungan dan Iklim Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, juga menunjukkan ketertarikannya pada penggunaan GeoAI oleh KLHK saat kunjungannya ke GIC pada 31 Mei 2024. Eriksen menyaksikan bagaimana GeoAI digunakan dalam pemantauan kebakaran hutan dan perambahan kawasan hutan.
KLHK terus memperkuat penggunaan teknologi penginderaan jauh dan GeoAI untuk mendukung operasi penegakan hukum. Hingga kini, Gakkum KLHK telah melakukan 2.133 operasi pengamanan lingkungan dan kawasan hutan, mengamankan 27.347.065 ha hutan. Operasi ini berkontribusi terhadap penurunan laju deforestasi Indonesia, yang mencapai angka terendah dalam 33 tahun terakhir sebesar 0,13 juta hektar di bawah kepemimpinan Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar.
Rasio Ridho Sani menekankan bahwa penggunaan GeoAI penting dalam penegakan hukum LHK karena dapat mempercepat pemantauan kawasan hutan dan kebakaran hutan, mengurangi human error dalam analisis spasial, dan membantu otomatisasi proses analisis, pelaporan, dan diseminasi data.
“Namun, tantangan dalam penggunaan GeoAI termasuk kebutuhan data yang akurat dan berkelanjutan, media penyimpanan dan analisis data yang besar, citra satelit resolusi tinggi, dan kapasitas personil yang mumpuni, ” kata dia.
Rudianto Saragih Napitu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan LHK, menyatakan bahwa Gakkum LHK terus memperkuat pemanfaatan teknologi GeoAI untuk mengoptimalkan sistem penegakan hukum LHK di Indonesia, termasuk pembaruan teknologi deteksi bukaan lahan, peningkatan kapasitas personil, dan kolaborasi dengan pengelola tapak seperti Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).[TRA]

