Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Terapkan Teknologi Kincir untuk Tingkatkan Survival Rate Kepiting Soka
Lifestyle

Terapkan Teknologi Kincir untuk Tingkatkan Survival Rate Kepiting Soka

alwiBy alwi07/10/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan teknologi kincir melalui sistem mutilasi kepiting untuk meningkatkan tingkat kehidupan (survival rate) biota bercangkang tersebut. Penerapan dilakukan di Tambak Mutilasi dengan kincir air kelolaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mentari Asoka Abadi di Langkat.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP I Nyoman Radiarta mengatakan, penerapan teknologi kincir tersebut melibatkan para penyuluh perikanan yang ada di bawah BRSDM KKP pada Selasa 4 Oktober lalu.

“Peran pelatihan dan penyuluhan menjadi sangat penting sekali tentunya untuk mengawal menjadikan masyarakat mendapat pengetahuan yang lebih baik dalam melakukan praktik di lapangan, yang dapat dilakukan melalui pelatihan dan tentunya ada percontohan. Oleh sebab itu di sini merupakan salah satu percontohan penyuluhan perikanan, khususnya untuk budidaya kepiting soka,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Jumat (7/10).

Teknologi introduksi yang diberikan di lokasi ini yaitu menggunakan kincir melalui sistem mutilasi kepiting sehingga diharapkan dapat meningkatkan tingkat kehidupan survival rate kepiting. Mutilasi berfungsi untuk mempercepat molting dari kepiting. “Tadi saya sempat diskusi dan tanya-tanya dengan Pak Adrial (Ketua Pokdakan) itu panennya setiap hari. Ini menggerakkan ekonomi sangat sangat cepat sekali. Setiap hari bibit datang setiap hari molting setiap hari panen dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan,” tambahnya.

Menurut Nyoman, kegiatan tersebut mendukung program prioritas KKP dalam membangun kampung perikanan budidaya, khususnya yang ada Langkat yang telah ditetapkan oleh KKP. Sekaligus mewujdukan program unggulan BRSDM yaitu SMART Fisheries Village (SFV). SMART sendiri merupakan singkatan dari Sustainable, Modernization, Acceleration, Regeneration, and Technology.

Senada dengannya, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) BRSDM Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, pada 2023 sebagaimana program unggulan BRSDM, Puslatluh KP melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan mengusulkan lokasi percontohan ini menjadi SFV. Untuk itu, sedang dilakukan identifikasi potensi SDA, SDM dan sumberdaya penunjang untuk usulan lokasi SFV tahun 2023 bersamaan dengan kegiatan temu lapang percontohan ini,

Dilaporkan Lilly, Percontohan Penyuluhan memiliki beragam tujuan. Pertama, memberi contoh inovasi metode budidaya kepiting soka dengan sistem mutilasi di tambak dengan penambahan kincir air di tingkat lapangan. Kedua, meningkatkan produktivitas dan pendapatan pelaku budiadaya khususnya anggota Pokdakan. Ketiga, mempercepat adopsi teknologi sistem mutilasi dalam budidaya kepiting soka untuk meningkatkan hasil produksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Keempat, menjadikan Pokdakan Asoka Abadi sebagai percontohan untuk para pelaku perikanan.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak April 2022, dengan tahapan terdiri dari pengusulan proposal percontohan, penentuan lokasi percontohan, pengadaan bahan percontohan, pembangunan sarana dan prasarana, proses budidaya/produksi, temu lapang, serta bimbingan tindak lanjut.

“Budidaya budidaya kepiting soka telah berjalan dan panen empat siklus dan hari ini panen siklus kelima yang akan dijelaskan oleh penyuluh perikanan dan pelaksana kegiatan percontohan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDobrak dan Curi Rumah Teman, Residivis di Lubuklinggau Diringkus
Next Article Penyelundupan 750 Pil Captagon dari Suriah Digagalkan
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,920 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,791 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,764 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?