RELUNG.ID – Aksi penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas terjadi di Desa Budi Asih, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Rabu lalu (5/2).
Korban yakni Zaini (60) yang merupakan bos koperasi di desa tersebut. Sedangkan, pelakunya Darwansah (45) merupakan nasabahnya sendiri.
Kini, pelaku pun telah ditangkap Polsek Pulau Rimau dan tengah menjalani pemeriksaan.
Kades Budi Asih, Kecamatan Pulau Rimau, Rohim mengatakan, selama ini antara pelaku dan korban tidak ada permasalahan.
Korban Zaini ini memang orang lama dan terkenal di Pulau Rimau, sedangkan pelaku ini baru tiga bulan terakhir bekerja di luar. Tapi istrinya asli orang Budi Asih.
“Saya tidak tau pasti kronologi kejadian, karena saat kejadian saya sedang di dalam kantor,” katanya.
Namun, dia mendengar banyak orang berteriak minta tolong sehingga diapun langsung keluar dan melihat kejadian itu.
Dia mengaku korban sendiri sudah tergeletak sehingga dia langsung memberikan pertolongan dengan mencari kendaraan. Hanya saja, korban sudah meninggal dunia.
“Saya belum tau pasti penyebabnya, tapi dari informasi ada permasalahan pelaku menanam sawit di fasum yang sejak awal tidak diperbolehkan,” terangnya.
Pelaku mengungkapkan jika dia tidak ada pekerjaan sehingga berencana mengelola fasum untuk ditanami sawit dan hasilnya dimasukkan ke dalam pendapatan desa. Rohim pun mengaku menyetujui rencana pelaku ini.
“Saya pikir itu fasum yang dipenuhi rumput, bila di kelola dan juga menghasilkan untuk desa tidak masalah. Makanya, sejak sebulan terakhir si pelaku ini mulai menebas dan merapikan fasum itu untuk di olah,” katanya.
Tidak ada permasalahan dengan fasum yang dikelola pelaku. Terlebih, itu tidak merugikan siapa pun termasuk korban. Makanya, tidak mungkin penyebab pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap korban terkait hal tersebut.
Disinggung soal utang pelaku dengan korban, Rohim mengaku tidak mengetahui hal tersebut. “Tapi infonya pelaku ini spontan membacok korban karena kata-kata kasar,” ujarnya.
Sementara itu, Reskrim Polres Banyuasin AKP Teguh Prayitno mengatakan, sejauh ini pembacokan yang dilakukan pelaku terhadap korban spontan karena korban melontarkan kata-kata kasar.
“Pelaku ini kesal karena dipanggil kalimat kotor. Tersangka juga mengaku kerap dikasarin baik di lahan hingga di rumah. Terlebih lagi, saat kejadian siang hari, panas, perut lapar, sehingga spontan,” singkatnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh pelaku Darwansah, dia mengatakan jika korban tersebut memanggilnya dengan kata-kata anjing ketika menagih utang. Hal ini membuatnya sakit hati.
Karena itu, dia pun spontan mengambil parang di keranjang motor miliknya dan langsung membacok korban. Namun, korban sempat mengelak.
Dalam kondisi emosi, dia pun terus mengayunkan senjata tajamnya tersebut ke korban hingga mengenai korban dan terjatuh tak berdaya.
“Saya langsung kabur setelah itu. Saya tidak tahu korban meninggal atau tidak,” pungkasnya. (Tim)

