RELUNG.ID – Dalam sebulan terakhir, tiga warga Sumatra Selatan (Sumsel) mengunjungi Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat (Jabar), di kediamannya di Lembur Pakuan, Sukadaya, Subang. Kisah mereka penuh haru, mulai dari meminta bantuan untuk anak bermasalah hingga perjalanan ekstrem hanya untuk bersilaturahmi.

1. Pasutri dari OKI Meminta Anak Dibina di Barak Militer
Pada akhir Mei 2025, pasangan suami istri asal Ogan Komering Ilir (OKI) membawa anak mereka yang duduk di bangku kelas 10 SMK. Remaja ini diketahui kecanduan narkoba sejak SMP dan sulit dikendalikan. Orang tua merasa kehabisan cara dan berharap program barak militer Pemprov Jabar dapat menyelamatkan masa depan anak mereka.
Dedi Mulyadi menyambut positif permohonan tersebut, menekankan pendekatan disiplin tetapi manusiawi. Dengan persetujuan keluarga, sang anak mulai mengikuti pembinaan di barak.

2. Ibu dari Lubuklinggau Berharap Anak Dewasa Bisa Kembali Berubah
Pertengahan Juni 2025, Diah Nurhayati dari Lubuklinggau datang membawa cerita pahit tentang anaknya, Reyhan (19), yang kecanduan narkoba sejak SMP. Setelah dua kali rehabilitasi tanpa hasil, Reyhan justru semakin parah, sering menjual barang rumah dan meminta uang dengan ancaman.
Awalnya, Dedi Mulyadi menolak karena Reyhan sudah dewasa dan menikah. Namun, setelah mendengar keluhan Diah, ia akhirnya menerima Reyhan untuk mengikuti pembinaan di barak militer meski tanpa jaminan pemulihan sepenuhnya.

3. Perjalanan Ekstrem Rendi dari Prabumulih untuk Bertemu Dedi Mulyadi
Berbeda dengan dua kisah sebelumnya, Rendi dari Prabumulih datang tanpa membawa masalah. Ia justru melakukan perjalanan ekstrem, berjalan kaki selama 26 hari menuju Subang, hanya untuk bertemu dan berfoto dengan Gubernur Jabar.
Rendi mengaku mengidolakan pendekatan humanis dan gaya komunikasi Dedi Mulyadi. Perjalanannya yang viral di media sosial membuktikan dedikasinya untuk sekadar bersilaturahmi sebelum kembali ke kampung halamannya.[THQ]

