RELUNG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang mencatat sejak awal Agustus hingga saat ini, sekitar tiga ribuan warga Palembang terjangkit Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).
Hal ini disinyalir karena musim kemarau yang menyebabkan polusi udara buruk.
Demikian diakui Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudi Setiawan, saat dihubungi Selasa kemarin (24/8).
Baca Juga: 6 Makanan Bisa Memperkuat Tulang, Baik untuk Osteoporosis
“Dari Agustus hingga minggu ketiga, ada 3.945 yang terjangkit ISPA ini,” katanya.
Dia menyebutkan ribuan warga yang terjangkit itu akibat dari cuaca ekstrem dan kualitas udara yang tak menentu akibat musim kemarau berkepanjangan yang memengaruhi kondisi kesehatan warga Palembang.
Data ini berasal dari 42 puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan Palembang.
Baca Juga: 13 Manfaat Buah Leci yang Jarang Diketahui
“Diagnosa ISPA terjadi karena kondisi panas terik dan debu bertebaran, sehingga menyebabkan kesehatan masyarakat menurun, ” kata dia.
Kasus ISPA di Palembang banyak dialami oleh warga yang tinggal di kecamatan perbatasan. Berdasarkan data kolektif yang diterima Dinkes Kota, rincian kasus ISPA meliputi ISPA I sebanyak 2.110 orang dan ISPA II 1.835 orang.
“Memang ISPA penyakit yang tidak terlalu berbahaya. Tetapi harus segera diobati, sebab bisa akut dan menganggu aktifitas terutama bagi usia dewasa dan lasia,” jelasnya.
Baca Juga: Catat! Ini 5 Cara Atasi Pasangan Moody, Ditinjau dari Psikolog
Bahkan, menurutnya, penyakit ini menyebabkan stamina menurun, hingga dapat menular dengan mudah. “Kami imbau masyarakat untuk menggunakan masker saat akan bepergian,” pungkasnya.

