Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menyiapkan tiga tempat, yang nantinya baakl menjadi gudang penyimpanan logistik Pemilu 2024.
Ketiga tempat tersebut yakni Pertama, di Eks Terminal Regional; Kedua, Eks Rumah Sehat Covid-19; dan ketiga, Gedung Serbaguna Universitas Serasan.
Pj Sekda Muara Enim, Riswandar mengatakan bahwa Pemkab Muara Enim memfasilitasi untuk tempat penyimpanan logistic pemilu 2024. Penyediaan tempat tersebut bukan tanpa alasan, mengingat bangunan yang dulunya digunakan untuk penyimpanan logistik sudah tidak ada lagi.
“Dulu di gedung Eks SMK N 1 Muara Enim, sekarang sudah menjadi gedung pasar Muara Enim, jadi kita selaku pemerintah memfasilitasi itu,” katanya, Kamis (5/1)
BACA: KPU Palembang Klaim Telah Penuhi Kuota PPK Perempuan
Berkaitan dengan pelantikan PPK Kecamatan diharapkan akan menjadi langkah awal ini menjadi tolak ukur kesuksesan Pemilu 2024 mendatang.
“PPK merupakan bagian dari KPU. Maka itu, saya perintahkan kepada Camat untuk dapat memenuhi dan memfasilitasi PPK serta membantu, mensuport semua kegiatan yang ada dimulai dari penyediaan sekertariat hingga kesuksesan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam penyelenggaraan Pemilu oleh PPK,” tuturnya.
Kemudian, ia juga berpesan kepada seluruh PPK untuk terus bersyukur hingga dapat menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab. “Terakhir saya juga berpesab untuk dapat menjaga kondusifitas pelaksanaan pemilu dan mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab serta berintegritas,” tutupnya.
BACA: 100 PPK OKU Timur Dituntut Disiplin dan Profesional
Sementara itu, Ketua KPU Muara Enim, Ahyudin mengatakan jumlah PPK yang dilantik sebanyak 110 orang dari 22 kecamatan yang ada di kabupaten Muara Enim dengan masing-masing 5 orang panitia. Dimana dari 110 PPK tersebut 97 laki-laki dan 13 perempuan.
“PPK ini masa jabatan selama 15 bulan sejak 4 Januari 2023 hingga April 2024,” tuturnya.
Berkaitan dengan logistik pemilu 2024 kemungkinan sudah mulai masuk di pertengahan tahun 2023 sehingga tempatnya memang harus siap. “Awalnya ingin menyewa secara mandiri, tapi belum ada mata pasal atau anggaran untuk itu, dan kami berterimakasih Pemkab Muara Enim mau memfasilitasi itu,” pungkasnya.
