Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di pusat Kota Paris. Akibatnya, tiga orang tewas dan empat lainnya luka-luka.
Seorang saksi mata menyebutkan penyerangan tersebut menargetkan pusat komunitas Kurdi dan restoran. Dalam peristiwa tersebut, seorang tersangka yang sudah berusia 69 tahun ditangkap. Dia merupakan mantan narapidana yang baru dibebaskan.
Belum diketahui motif penembakan tersebut. Tetapi, Jaksa Penuntut Paris Laure Beccuau membenarkan bahwa tersangka baru saja dibebaskan, setahun setelah dia menyerang tenda di sebuah kamp migran di Paris dengan pedang.
“Peristiwa itu terjadi di Bercy pada 8 Desember 2021. Tidak jelas mengapa dia dibebaskan,” katanya dikutip dari BBC, Jumat (23/12).
Sementara itu, Walikota setempat, Alexandra Cordebard mengatakan penembakan ini terjadi di pusat komunitas kurdi, restoran dan penata rambut. Dua orang yang ditembak saat berada di salon. Meski demikian, tersangka juga sempat terluka dalam penembakan tersebut.
“Kami melihat seorang pria kulit putih tua masuk, kemudian mulai menembak di pusat budaya Kurdi, lalu dia pergi ke penata rambut di sebelah,” kata pekerja restoran Romain kepada AFP.
“Benar-benar panik, kami mengunci diri,” kata seorang penjaga toko.
Saksi mengatakan dia mendengar tujuh atau delapan letusan senjata. Dua dari mereka yang terluka dalam penembakan itu dikatakan dalam kondisi kritis dan dua lainnya luka parah.
Kini pihak kepolisian setempat telah menahan tersangka tanpa perlawanan dan menyita barang bukti senjata yang digunakan. Selain itu, Jaksa setempat juga menyebutkan telah membuka penyelidikan pembunuhan tersebut.

