RELUNG.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih dan menyembelih hewan kurban. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menekankan pentingnya memperhatikan tiga aspek utama: tempat penjualan, kelayakan hewan, dan prosedur kehalalan, demi memastikan ibadah kurban berlangsung sesuai syariat sekaligus menjaga kesehatan dan keamanan daging yang dikonsumsi.
Dokter Hewan Ahli Madya Provinsi Sumsel, Jafrizal, mengungkapkan bahwa ketiga aspek tersebut menjadi pedoman penting bagi masyarakat agar ibadah kurban tidak hanya sah secara agama, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang maksimal.
Jafrizal menekankan bahwa lokasi penjualan hewan kurban harus memenuhi standar tertentu, seperti memiliki izin resmi dari pemerintah daerah dan menyediakan fasilitas yang memadai.
“Kandang harus bersih, beratap, tersedia air minum yang cukup, dan tidak mengganggu ketertiban umum. Pastikan juga penjual memiliki sertifikasi resmi untuk menjamin hewan yang dijual sehat dan bukan hasil pencurian,” katanya, Senin (19/5/2025).
Kelayakan hewan kurban bisa dilihat dari beberapa faktor:
- Identitas dan Kesehatan: Pastikan hewan memiliki eartag sebagai tanda identifikasi dan dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Hewan harus bebas dari penyakit menular seperti anthrax atau cacing pita.
- Usia: Sapi harus berusia minimal dua tahun, sedangkan kambing lebih dari satu tahun, ditandai dengan pergantian gigi susu menjadi gigi tetap.
- Kondisi Fisik: Hewan harus sehat, tidak cacat, dan memiliki tubuh yang tidak kurus.
Proses penyembelihan yang sesuai syariat menjadi aspek penting terakhir. Jafrizal menyarankan agar penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk menjamin kebersihan dan sanitasi. Namun, untuk kegiatan keagamaan, pemotongan di luar RPH diperbolehkan dengan memenuhi syarat teknis dan syariat.
“Lokasi penyembelihan harus luas, tersedia air bersih, serta dilengkapi fasilitas seperti lubang darah, meja untuk menangani daging, dan tempat penguburan limbah. Penyembelihan juga harus dilakukan oleh Juru Sembelih Halal untuk memastikan kehalalannya,” tambahnya.
Selain memilih dan menyembelih hewan, pembagian daging kurban juga perlu memenuhi standar kebersihan. Jafrizal mengingatkan agar plastik pembungkus yang digunakan adalah jenis food grade untuk menjaga keamanan daging yang diterima masyarakat.
“Kami harap masyarakat tidak hanya memperhatikan proses pemotongan, tetapi juga memastikan daging kurban dibagikan dalam kondisi higienis,” ujarnya.[THQ]

