RELUNG.ID — Tradisi menangkap ikan dengan gembira atau dikenal dengan nama bekarang oleh masyarakat Musi Banyuasin tetap dilestarikan hingga kini. Kegiatan tahunan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di Muba maupun bagi pelancong yang berkunjung.
Pada Sabtu (13/7/2024), puluhan warga mengikuti kegiatan bekarang di Embung Senja, Kecamatan Babat Supat.
Warga terlihat antusias turun ke sungai mencari ikan, banyak di antaranya membawa jaring untuk menangkap ikan. Mereka berbondong-bondong mencari ikan di sungai, sementara ratusan orang yang menyaksikan ikut memberi dukungan.
Bekarang menjadi salah satu upaya Pemkab Muba dalam mempromosikan wisata di wilayah tersebut. Event ini merupakan tradisi masyarakat dalam bersukaria menikmati keberkahan alam semesta di sungai ketika air surut.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumsel, Muhammad Fariz, mengatakan kegiatan bekarang ini adalah salah satu upaya Pemkab Muba untuk meningkatkan promosi pariwisata dan menambah jumlah kunjungan wisatawan.
“Kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak positif pada peningkatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dalam event tersebut, Fariz juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menangkap ikan menggunakan racun dan sejenisnya, karena kegiatan tersebut masuk ranah illegal fishing dan bisa ditindak pidana.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan saling mengingatkan agar tidak menggunakan cara-cara yang dilarang dalam menangkap ikan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menangkap ikan secara benar,” katanya.
Dia menyebut, kegiatan bekarang akan terus dilestarikan karena bisa menjadi daya tarik dan event yang dapat mengundang pelancong untuk datang ke Muba.[AYK]

