RELUNG.ID – Dalam pidatonya setelah dilantik untuk masa jabatan kedua, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan komitmennya terhadap kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
Trump menyatakan akan segera mengerahkan pasukan ke perbatasan selatan untuk menghentikan gelombang masuknya imigran ilegal dan memulangkan mereka yang berada di AS secara tidak sah.
“Semua yang masuk secara ilegal akan segera dihentikan, dan kami akan memulai proses memulangkan jutaan penjahat asing kembali ke tempat asal mereka,” ujar Trump di Capitol Rotunda, Senin (21/1).
Salah satu langkah konkret yang diumumkan Trump adalah pemberlakuan kembali kebijakan kontroversial “Tetap di Meksiko” yang memaksa pencari suaka untuk menunggu di negara tersebut selama proses hukum mereka berlangsung.
“Saya akan mengakhiri praktik tangkap dan lepaskan, dan saya akan mengirim pasukan ke perbatasan selatan untuk mengusir invasi yang membawa bencana ke negara kita,” tegasnya.
Trump juga berencana menetapkan kartel narkoba sebagai kelompok teroris asing. Melalui perintah eksekutif, ia akan memanfaatkan Undang-Undang Musuh Asing Tahun 1798 untuk memberantas jaringan kriminal yang mengancam keamanan AS.
“Saya akan memerintahkan pemerintah kita untuk menggunakan kekuatan penuh penegakan hukum untuk menyingkirkan geng asing dan jaringan kriminal yang membawa kejahatan masuk ke tanah AS, termasuk ke kota-kota dan pusat kota,” katanya.
Sebagai panglima tertinggi, Trump menegaskan bahwa tugas utamanya adalah melindungi rakyat dan negara dari ancaman luar. Ia menyebut gelombang imigrasi ilegal sebagai “invasi” yang perlu dihentikan demi keamanan nasional.
“Kami akan mengambil langkah-langkah besar untuk melindungi negara kita dari ancaman ini, karena ini adalah tanggung jawab tertinggi saya,” pungkas Trump.[TRA]

