Sektor pariwisata Indonesia mengalami peningkatan ranking di tingkat global. Hal ini terbukti dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2021 lalu Pariwisata di Indonesia menungguli Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Demikian diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip dari keterangan resminya, Senin (31/10).
Dia mengaku sangat bersyukur bahwa pariwisata Indonesia menurut World Economic Forum naik pesat. Hanya dalam waktu 18 bulan, peringkat wisata Indonesia melesat ke urutan 32, dari sebelumnya di urutan 44.
“Untuk pertama kalinya Indonesia berada di atas Malaysia, Thailand, dan Vietnam dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) 2021,” sambungnya.
Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, peningkatan indeks sektor pariwisata ini menjadi bukti perekonomian Indonesia resilien. Sehingga mampu tumbuh di atas 5 persen selama 3 kuartal terakhir, dan diiringi dengan tingkat inflasi yang masih terkendali, meski di tengah lonjakan inflasi di berbagai negara.
Sedangkan dari sisi konsumsi, papar Airlangga, daya beli masyarakat masih solid dengan Indeks Keyakinan Konsumen dan penjualan eceran yang masih terjaga pada September 2022.
Karena itu, Airlangga turut mengapresiasi kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta seluruh stakeholder terkait atas capaian-capaian tersebut.
Dia memastikan Pemerintah akan terus mendorong pariwisata menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan penerimaan devisa dan menyerap tenaga kerja.
“Saya berpesan, agar momentum pertumbuhan sektor pariwisata dapat kita manfaatkan secara optimal. Kita perlu optimis bahwa perekonomian di masa depan lebih baik dan tidak berhenti berinovasi untuk mewujudkan desa wisata yang mampu menarik daya saing daripada wisatawan dan juga desa wisata kita mampu bersaing di dunia global,” pungkasnya.

