RELUNG.ID – Kegiatan ceramah dari pendakwah asal India, Dr Zakir Naik sempat menuai pro dan kontra. Namun, kegiatan tersebut tetap berjalan dan berakhir damai.
Lancarnya kegiatan ini usai dilakukan musyawarah bersama tokoh agama, kepolisian dan panitia penyelenggara.
Kegiatan ini bahkan dihadiri oleh 10 ribu peserta baik muslim maupun non muslim dan diakhiri dari beberapa peserta non muslim yang memutuskan untuk menjadi mualaf.
Sebelumnya, penolakan ini muncul dari Aliansi Arek Malang Bersuara, Selasa (8/7/2025) lalu. Mereka menilai jika metode dakwah Zakir Naik ini tidak sesuai dengan konteks masyarakat Malang karena kerap membandingkan agama secara terbuka. Padahal, masyarakat Malang menjunjung tinggi toleransi
“Kami menolak setiap ceramahnya, karena ini mengundang provokasi,” kata juru bicara aliansi, Abdul Aziz Masrib.
Menurutnya, jika ini dibiarkan maka akan berdampak terhadap kerukunan umat beragama di Kota Malam.
Menanggapi penolakan tersebut, Tokoh Agama sekaligus Ketua PCNU Malang, KH Isroqunnajah (Gus Is) menilai jika Malang luar biasa dalam menjaga kerukunan umat beragama, hal ini dibuktikan Kota Malang memilik indeks kerukunan tertinggi di Jawa Timur.
“Ini yang harus kita jaga, jangan sampai tercederai,” singkatnya.
Kegiatan ceramah Dr Zakir Naik ini mengangkat tema Nabi Muhammad dalam Perspektif Berbagai Agama. Ceramah ini disambut antusias puluhan ribu pesertanya. (vid)

