Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Tukang Seduh: Kopi Rumahan Rasa Lokal yang Mengajak Nostalgia di Palembang
Lifestyle

Tukang Seduh: Kopi Rumahan Rasa Lokal yang Mengajak Nostalgia di Palembang

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda12/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Owner Tukang Seduh Fajar Nurhadi. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Di tengah menjamurnya kedai kopi dengan gaya kekinian dan modern di Palembang, ada satu kedai yang menolak arus dan justru menawarkan pengalaman berbeda: kembali ke suasana hangat tahun 80-an, lengkap dengan pernak-pernik klasik dan cita rasa kopi lokal khas Sumatera Selatan. Namanya: Tukang Seduh.

Adalah Fajar Nurhadi (42), pemilik sekaligus peracik konsep di balik Tukang Seduh. Usaha kopi ini dirintisnya sejak tahun 2017 dengan konsep awal menggunakan mobil VW yang dijadikan food truck. Beroperasi di sepanjang jalan utama Kota Palembang, mobil kopi itu menjadi favorit hingga pandemi Covid-19 memaksa Fajar mengubah strategi.

“Waktu itu kita stop, nggak bisa kumpul-kumpul lagi. Akhirnya pindah ke kedai. Tapi konsep kedai petak ruko belum ‘kena’, jadi kita coba konsep rumah yang lebih klasik, nuansa vintage-nya terasa, dan suasananya seperti di rumah sendiri,” cerita Fajar.

Konsep tersebut terbukti menarik perhatian. Di dalam kedai, pengunjung disambut dekorasi khas 80-an—kursi rotan tua, radio lawas, dan dinding penuh memorabilia yang menggugah kenangan. Namun bukan hanya suasana yang membuat Tukang Seduh istimewa. Di cangkir kopi mereka, ada semangat mempromosikan kopi lokal Sumsel yang selama ini kurang mendapat sorotan nasional.

Fajar menyebut, biji kopi diambil langsung dari daerah penghasil kopi terbaik di Sumsel: Muara Dua (Desa Sumpah Tuhu), Semendo (Desa Segamit), Pagar Alam (Desa Rimba Candi), Jarai (Lahat), hingga Empat Lawang. Tak hanya menjual, Tukang Seduh menjadikan kopi Sumsel sebagai identitas.

“Kami percaya, kopi Sumsel itu rasanya kuat dan punya karakter. Body-nya lebih bold. Ini yang kami angkat terus-menerus bersama pegiat kopi lainnya,” ujarnya.

Namun, menjaga kualitas kopi bukan perkara mudah. Fajar mengaku terus menjalin silaturahmi langsung dengan para petani, prosesor, hingga pelaku hulu industri kopi. Baginya, kualitas harus dijaga dari hulu ke hilir.

“Kalau ditanya dari mana kopi ini, kita bisa jawab. Bahkan cerita tentang petaninya pun kita tahu. Itu bentuk tanggung jawab kami. Engagement langsung ke pelanggan juga jadi nilai lebih Tukang Seduh,” tambahnya.

Menu di Tukang Seduh juga tidak sekadar teman minum kopi. Hidangan yang disajikan berkonsep rumahan khas Palembang, seperti pempek belah, tekwan, hingga pindang. Semua diolah dengan semangat lokal pride.

Dari segi target pasar, Tukang Seduh menyasar keluarga dan remaja yang ingin merasakan kopi dalam suasana hangat. Fajar menyadari bahwa kedai ini tidak untuk semua segmen, tapi lebih ke mereka yang ingin kenyamanan dan cerita di balik setiap cangkir.

Meski persaingan dengan brand besar tidak bisa dihindari, Fajar memilih untuk tak melihat mereka sebagai lawan.

“Kami justru termotivasi, bukan terintimidasi. Kami fokus pada apa yang bisa kami tawarkan secara berbeda: kesegaran kopi, bahan bertanggung jawab, dan interaksi yang jujur,” jelasnya.

Dengan harga kopi yang terjangkau mulai Rp 20 ribu hingga Rp 35 ribu, Tukang Seduh mampu menjual rata-rata 50 hingga 100 cangkir per hari. Beragam menu tersedia, mulai dari espresso, velver, hingga minuman non-kopi seperti matcha dan varian americano musiman.[THQ]

Kedai Kopi Palembang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBocoran Warna iPhone 17 Terungkap, Hadir dalam Lima Pilihan Menarik
Next Article Kakek Cabuli Remaja di Musala Muba, Terkuak karena Uang Tutup Mulut
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,864 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,739 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,712 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?