RELUNG.ID – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI menghadapi tantangan serius terkait operasionalnya di tahun 2025. Direktur Utama TVRI, Iman Brotoseno, mengungkapkan bahwa lembaganya mengalami kesulitan membayar honor para kontributor di daerah, presenter, serta tenaga outsourcing akibat pemangkasan anggaran yang signifikan.
“Efisiensi anggaran ini berdampak langsung pada kemampuan kami untuk membayar honor kontributor di daerah, presenter, dan tenaga outsourcing lainnya,” ujar Iman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/1).
TVRI sebelumnya memiliki pagu anggaran sebesar Rp 1,52 triliun, namun setelah mengalami efisiensi, anggaran tersebut terpangkas sebesar Rp 732 miliar atau sekitar 44 persen dari total belanja. Pemotongan ini bukan hanya berdampak pada pembayaran gaji, tetapi juga menghambat berbagai aspek operasional lainnya.
Selain kesulitan membayar honor, TVRI juga akan melakukan sejumlah langkah efisiensi ekstrem. Beberapa pemancar transmisi akan dimatikan untuk menghemat biaya listrik, penggunaan studio auditorium akan dihentikan, dan jam siaran TVRI daerah pun akan dikurangi secara signifikan.
“Kami bahkan harus mempertimbangkan Work From Home (WFH) untuk sebagian pegawai demi mengurangi biaya operasional,” kata Iman.
Tak hanya itu, TVRI juga menghentikan pembayaran untuk narasumber, artis, seniman, host, serta jasa profesi produksi. Aktivitas produksi di luar kota terancam terhenti karena anggaran perjalanan dinas ditiadakan sepenuhnya.
Efisiensi ini turut berdampak pada kesejahteraan karyawan. TVRI akan membatasi penggunaan BBM untuk mobil dinas, baik jabatan, fungsional, maupun operasional. Fasilitas antar-jemput pegawai resmi ditiadakan, dan penghematan penggunaan air di kantor juga diberlakukan.
“Tanpa dukungan anggaran yang memadai, kami benar-benar kesulitan untuk menjalankan fungsi kami sebagai lembaga penyiaran publik secara optimal,” tutup Iman.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan jangkauan siaran TVRI ke depan, mengingat perannya yang vital sebagai media informasi publik di seluruh pelosok Indonesia.[THQ]
