Usai dilakukan akuisisi, sejumlah perubahan mulai diterapkan. Salah satunya, mengenakan biaya sebesar delapan dolar AS untuk akun bercentang biru. Hal ini membuat sejumlah pengguna merasa kurang nyaman.
Berdasarkan laporan BBC disebutkan jika para pengguna Twitter mulai ‘kabur’ ke aplikasi lain yang sejenis yaitu bernama Mastodon. Aplikasi ini terlihat seperti Twitter, di mana pengguna akun dapat menulis postingan yang disebut “toots”, yang dapat dibalas, disukai, dan diposting ulang, dan mereka dapat saling mengikuti.
Dilansir dari Reuter, Twitter mulai berbenah dengan memperbarui aplikasinya di App Store Apple untuk menagih biaya delapan dolar AS kepada akun bercentang biru. Dalam laporannya, mereka yang “mendaftar sekarang” akan mendapatkan harga sebesar 7,99 dolar AS per bulan dan dapat menerima tanda centang biru di sebelah nama pengguna seperti layaknya selebriti, perusahaan, dan orang-orang top lainnya.
Sebelum milyuner Elon Musk mengambil alih Twitter, tanda centang biru di sebelah nama pengguna merupakan tanda yang diberikan Twitter untuk mengkonfirmasi bahwa akun tersebut adalah terpercaya dan asli.
Reuters dalam laporannya belum mengetahui apakah selain membebankan biaya, Twitter juga perlu memverifikasi identitas pengguna.
Pembaruan ini baru akan tersedia di di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru, dan Inggris.
Musk mengatakan, jika pembaruan itu berjalan baik di negara-negara tersebut, maka peluncurannya akan diperluas ke negara-negara lain secara bertahap.
Selain itu, menurut Musk, Twitter akan segera menambahkan kemampuan agar cuitan bisa lebih panjang, kemudian akan ada monetisasi kreator untuk semua bentuk konten.
Perubahan ini membuat semua staf Twitter bekerja keras mengejar deadline, bahkan harus melewati akhir pekan di kantor.
“Ketika tim Anda bekerja keras untuk membuat tenggat waktu, terkadang Anda #SleepWhereYouWork,” cuit tim eksekutif Twitter.

