Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»UAW Soroti Ancaman AI dan Robotika terhadap Lapangan Kerja di Industri Otomotif
Techno

UAW Soroti Ancaman AI dan Robotika terhadap Lapangan Kerja di Industri Otomotif

alwiBy alwi26/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Robot humanoid legendaris Asimo. Foto : Honda
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Serikat pekerja otomotif Amerika Serikat, United Auto Workers (UAW), memperingatkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotika di industri otomotif berpotensi mengancam lapangan kerja jika keuntungan dari teknologi tersebut hanya dinikmati perusahaan.

Dalam Konvensi Konstitusional UAW yang digelar di Detroit, Presiden UAW Shawn Fain menegaskan bahwa perkembangan AI dan robot kolaboratif (collaborative robots/cobots) menjadi isu penting yang harus diantisipasi.

Baca juga :   Sunbird Kembali Hadir, Aplikasi Android Pendukung iMessage

Menurutnya, kekhawatiran utama bukan terletak pada penggunaan teknologi, melainkan pada pembagian manfaat yang dihasilkan dari peningkatan produktivitas.

“Jika teknologi mampu meningkatkan produktivitas perusahaan, maka para pekerja juga harus memperoleh bagian dari manfaat tersebut, bukan justru kehilangan pekerjaan,” tegas Fain, seperti dikutip The Detroit News.

Menurut UAW, peningkatan efisiensi melalui otomatisasi seharusnya dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak, mulai dari perusahaan, konsumen, hingga pekerja.

Baca juga :   Gara-gara Sengketa Paten, Penjualan Lenovo dan Motorola di Jerman Dilarang

Serikat pekerja menilai produktivitas yang meningkat semestinya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan karyawan, baik dalam bentuk upah yang lebih baik maupun pengurangan jam kerja.

Di sisi lain, produsen otomotif menilai pemanfaatan AI dan robotika menjadi kebutuhan untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat, terutama dari produsen kendaraan asal Tiongkok yang berkembang pesat.

Teknologi dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas produk, sekaligus menekan biaya operasional.

Baca juga :   Bersiap Hadapi Ancaman Serangan Siber, Nvidia Hingga Microsoft Bentuk Aliansi AI

Salah satu contoh datang dari General Motors (GM). Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa sekitar 50 robot kolaboratif telah dioperasikan di pabrik Factory ZERO di Detroit untuk membantu meningkatkan keselamatan kerja, fleksibilitas, dan efisiensi proses produksi.

Meski demikian, GM juga diketahui telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawan yang berkaitan dengan produksi kendaraan listrik, sehingga memunculkan sorotan dari kalangan pekerja.

Selain GM, sejumlah produsen otomotif besar seperti Hyundai, Nissan, Ford, Honda, dan Stellantis juga terus memperluas penggunaan robot dan sistem otomatisasi dalam proses manufaktur.

Baca juga :   Produksi Chip 2nm, Qualcomm Jajaki Kerjasama Samsung

Kondisi tersebut membuat perdebatan mengenai AI di industri otomotif bergeser dari sekadar persoalan adopsi teknologi menjadi pembahasan mengenai bagaimana manfaat ekonomi dari otomatisasi dapat dibagikan secara adil.

Kalangan produsen otomotif berpendapat bahwa peningkatan produktivitas merupakan kunci menjaga daya saing perusahaan dan keberlanjutan investasi.

Sementara itu, UAW menegaskan bahwa transformasi teknologi harus tetap menjamin perlindungan terhadap tenaga kerja agar kemajuan industri tidak dibayar dengan hilangnya lapangan pekerjaan. (LWM)

AI Industri otomotif Lapangan kerja PHK Robot
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCetak Generasi Emas Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, Polda Sumsel Gelar Lomba Polisi Cilik 2026
Next Article Oppo Reno16 Series Resmi Meluncur, Usung Kamera Selfie 50MP dan AI Snap Key
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,863 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,738 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,711 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?