Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Ucapan Prabowo soal ‘Londo Ireng’ Tuai Kritik, AJI dan Amnesty Desak Permintaan Maaf
Regional

Ucapan Prabowo soal ‘Londo Ireng’ Tuai Kritik, AJI dan Amnesty Desak Permintaan Maaf

alwiBy alwi25/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin upacara peringatan hari lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). Foto: Kris /Biro Pers Sekretariat Presiden
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan, pengamat, ekonom, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan istilah “londo ireng” menuai kritik dari sejumlah organisasi masyarakat sipil.

Kritikan tersebut datang dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Amnesty International Indonesia.

Baca juga :   Hormati Pakar, Presiden Prabowo: Ucapan Saya Suka Dipelintir

Mereka menilai pernyataan tersebut berpotensi melabeli kelompok yang menjalankan fungsi kritik dalam demokrasi. Kedua organisasi itu pun mendesak Presiden Prabowo menyampaikan permintaan maaf.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi tidak antikritik. Namun, ia menyinggung adanya pihak-pihak yang menurutnya mengabdi pada kepentingan asing dan berupaya melemahkan bangsa.

Untuk menggambarkan kelompok tersebut, Prabowo menggunakan istilah “londo ireng”, yang merujuk pada istilah sejarah di masa kolonial Belanda.

Baca juga :   PPKM Dicabut, Bandara Silampari Lubuklinggau Masih Berlakukan Syarat Prokes Bagi Penumpang

Sekretaris Jenderal AJI, Bayu Wardhana, menilai penggunaan istilah tersebut merupakan tuduhan serius, khususnya ketika dikaitkan dengan profesi jurnalis yang memiliki peran penting dalam sistem demokrasi.

Menurut Bayu, istilah “londo ireng” secara historis digunakan untuk menyebut orang Indonesia yang dianggap berpihak kepada penjajah Belanda atau dipandang sebagai pengkhianat bangsa.

“Itu tuduhan serius. ‘Londo ireng’ adalah frasa yang digunakan untuk menyebut pengkhianat bangsa, orang Indonesia yang membela Belanda ketika perang,” kata Bayu.

Baca juga :   Kelola Investasi, Presiden RI Resmi Luncurkan Danantara

AJI pun meminta Presiden Prabowo menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas pernyataan tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap profesi jurnalis maupun kelompok masyarakat sipil lainnya.

Kritik juga disampaikan oleh Amnesty International Indonesia. Juru bicara organisasi tersebut, Haeril Halim, menilai pernyataan Presiden mencerminkan sikap yang kurang terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik.

Menurut Haeril, kritik merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang seharusnya dijawab melalui kebijakan dan kinerja pemerintah, bukan dengan pelabelan terhadap kelompok tertentu.

Baca juga :   Dukung Mantan Napi Korupsi, Massa Tagih Komitmen Prabowo di DPP Gerindra Jakarta

“Dengan sisa masa jabatan hingga 2029, seharusnya Presiden memanfaatkan waktunya untuk bekerja dan menjawab kritik melalui kinerja nyata, bukan dengan narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana Kepresidenan maupun Presiden Prabowo Subianto terkait kritik dan desakan permintaan maaf yang disampaikan AJI serta Amnesty International Indonesia. (vid)

AJI Amnesty International Indonesia Londo Ireng Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTagihan Honor ke Stasiun TV Jadi Sorotan, Sejumlah Artis Mengaku Belum Dibayar
Next Article Ancaman Karhutla Meningkat, Lahat Jadi Daerah ke-11 Tetapkan Status Siaga
alwi

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,931 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,802 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,775 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?