RELUNG.ID — Tim Universitas Indo Global Mandiri (IGM) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Tebing Gerinting Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.
Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), para dosen profesional dari Universitas IGM merangkul masyarakat setempat untuk mengolah limbah kulit ikan menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.
Ketua Tim PKM UIGM, Aji Windu Viatra, M.Sn, menjelaskan bahwa timnya bersama mitra dari Desa Tebing Gerinting Selatan telah menjalin kerja sama untuk melaksanakan solusi pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan. Salah satu kegiatan utama adalah pelatihan pengelolaan produksi kulit ikan menjadi kerupuk kulit ikan, di mana tim UIGM bertindak sebagai fasilitator teknis.
“Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan dalam mengolah kulit ikan menjadi kerupuk yang memiliki nilai jual tinggi. Kompetensi ini kami dapatkan saat mengikuti pelatihan serupa yang diadakan oleh PKK Bangkit Bersama di desa ini,” ujar Aji Windu Viatra.
Selain pelatihan teknis, tim juga memberikan pelatihan perancangan branding dan packaging agar produk kerupuk kulit ikan memiliki ciri khas lokal yang menarik, meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan identitas unik pada produk yang dihasilkan oleh masyarakat desa.
Pelatihan manajemen keuangan juga diberikan oleh Kgs M Nurkholis, S.E., M.E., dosen ekonomi UIGM, untuk membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan yang efektif.
“Kami memberikan pemahaman tentang laporan keuangan, rancangan modal, penyusunan anggaran, pengukuran produktivitas, serta penilaian aset usaha, guna menghindari kesalahan pengelolaan keuangan yang dapat merugikan usaha masyarakat desa,” jelasnya.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, Universitas IGM juga mengadakan pelatihan digital marketing yang dipandu oleh Nining Ariati, M.Kom. Pelatihan ini bertujuan agar produk desa dapat dipasarkan tidak hanya di wilayah lokal tetapi juga ke pasar yang lebih luas, seperti Kota Palembang dan bahkan secara nasional.
“Digital marketing membuka peluang bagi masyarakat desa untuk menjangkau pasar-pasar baru yang sebelumnya sulit diakses karena keterbatasan komunikasi dan jarak,” tutup Aji Windu Viatra.[AYK]

