Penyesalan menyelimuti RA (22) pelaku pembunuhan bayi kandungnya sendiri yang berusia 10 hari. Meski demikian, pelaku sudah siap dipenjara atas perbuatanya sadisnya terhadap anak kandungnya tersebut.
Dihadapan Penyidik PPA Satreskrim Polres Muara Enim, Pelaku Ranti mengatakan bahwa anak yang dibunuhnya tersebut merupakan anak kedua yang sangat dia sayangi dibandingkan dengan anak pertamanya. Karena, anak pertamanya merupakan anak dari luar pernikahan, sehingga tidak memiliki status dan lebih baik dirawat oleh orang lain agar mendapatkan kehidupan lebih baik.
“Anak kedua ini statusnya jelas dan dari hasil penikahan yang sah meskipun sudah pisah dengan suami. Karena itu, saya sangat sayang,” katanya, Selasa (29/11).
Dia mengaku saat persalinan, dirinya tidak memiliki biaya sehingga dibantu oleh orangtua temannya yang juga merupakan orangtua angkatnya. Kemduian, dibuatlah perjanjian dimana hak asuh diberikan kepada keluarga orangtua angkatnya tersebut.
“Saat itu, orangtua saya sedang bekerja di Jambi sehingga tidak punya uang. Saya disini bersama adik saya,” terangnya.
Setelah orangtuanya pulang, barulah dia memiliki uang, dan ingin mengganti biaya persalinan. Namun, dia tidak diberi tahun biaya persalinan tersebut. Karena itu, dia pun menyesal menitipkan anaknya dan sangat ingin merawat anaknya meskipun dengan serba kekurangan.
Namun, belum sempat mengatakannya, dia memilih apabila tidak dikembalikan maka oranglain juga tidak boleh memilikinya. Karena itu dia pun membawa pisau dari rumahnya.
“Memang saya sudah siap dipenjara!,” terangnya.
Usai melakukan aksinya tersebut, dia pun mengaku sangat menyesal dan kerap terbayang wajah anaknya tersebut. Bahkan, hingga dia pun menangis. “Saya menyesal melakukannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Muara Enim, AKBP Andi Supriadi mengatakan bahwa pihaknya masih terus memproses dan memeriksa tersangka. “Kita gandeng psikolog untuk mengecek kejiwaannya, baru diperiksa hasilnya belum keluar,” tuturnya.
Untuk korban sendiri merupakan anak kedua dari tersangka, dimana anak pertamanya juga dititipkan di Prabumulih. “Sama-sama dititipkan, usianya masih 11 bulan di Prabumulih,” pungkasnya.
