Meningkatnya animo masyarakat untuk melaksanakan ibadah umrah menyebabkan terjadinya kelangkaan vaksin meningitis.
Akibatnya, sejumlah jemaah umrah dari Bandara Juanda, Surabaya sempat dibatalkan keberangkatannya pada 26 September lalu.
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief mengaku dalam dua bulan terakhir, lebih dari 200 ribu jemaah Indonesia yang berangkat umrah. Hal ini menyebabkan kelangkaan vaksin meningitis ini.
“Saat ini kami telah berkoordinasi dengan beberapa pihak, terkait permasalahan kelangkaan vaksin meningitis ini,” katanya.
Dia menjelaskan berdasarkan regulasi Kementrian Kesehatan (Kemenkes) para jemaah masih diharuskan untuk melakukan vaksinasi meningitis saat melakukan perjalanan luar negeri. Namun, dengan adanya kelangkaan ini maka dibutuhkan win-win solution dari pemerintah dan pelaku usaha agar tidak menimbulkan kegagalan jemaah berangkat umrah.
“Kami mendengar informasi, saat ini vaksin meningitis sudah tidak diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi, karena vaksin ini sifatnya anjuran saja. Meski demikian belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” katanya.
Terpisah, Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam mengaku secara intensif terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan beberapa pihak lainnya. Pada 20 September 2022, dia bertemu Wakil Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Aziz Wazzan, termasuk membahas syarat vaksin meningitis.
“Saat itu, Abdul Aziz Wazzan tegas mengatakan bahwa vaksin meningitis itu sifatnya hanya dianjurkan, tidak wajib. Abdul Aziz Wazzan juga sudah mengkonfirmasi hal itu dengan otoritas lainnya di Saudi dan mendapat penegasan bahwa itu tidak wajib,” jelas Nasrullah.
“Skema penerbitan visa umrah sudah tidak ada syarat menginput data vaksin meningitis. Beda dengan visa haji yang baru keluar kalau sudah ada sertifikat vaksin yang diinput ke sistem,” sambungnya.
Selain dengan Abdul Aziz Wazzan, Nasrullah juga mendiskusikan hal ini dengan salah satu pejabat dari Konsulat India dan juga dengan pengurus Muassasah Haji dan Umrah di Makkah. Saat ditanya tentang vaksin meningitis, keduanya menegaskan bahwa tidak wajib. “Hanya vaksin Covid yang diwajibkan,” pungkasnya. [R]

