RELUNG.ID – Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumsel menggelar Validasi Study Pasar Kerja Aktif dan Keterampilan di Sumatera Selatan, Kamis (14/8/2025) di Alts Hotel Palembang.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Focus Group Discussion (FGD) Skills for Trade and Economic Diversification (STED) yang digelar April lalu, dengan tujuan menyempurnakan hasil studi mengenai kesiapan tenaga kerja Sumsel menghadapi transisi energi berkeadilan (Just Energy Transition).
Acara menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dinas pendidikan, dinas tenaga kerja, organisasi buruh, akademisi, pelaku industri, hingga jurnalis. Kehadiran lintas sektor ini menjadi kunci untuk merancang transisi energi yang tidak hanya fokus pada penggantian sumber energi, tetapi juga perlindungan mata pencaharian masyarakat.
Muce Muchtar, Koordinator Program Nasional IKI JET di Indonesia, menegaskan bahwa Sumsel, sebagai penghasil batubara terbesar kedua di Indonesia, berada di garis depan tantangan transisi energi.
“Pekerja tambang di Sumsel memiliki keterampilan dan penghasilan yang relatif tinggi. Tantangannya adalah bagaimana keterampilan ini bisa dialihkan ke sektor lain yang berkelanjutan tanpa mengurangi kesejahteraan mereka,” ujar Muce.
Hasil studi menunjukkan sektor batubara menyumbang 10,3% terhadap PDRB Sumsel pada 2024, namun hanya menyerap 1,02 persen tenaga kerja provinsi. Sektor alternatif seperti pariwisata dan kopi berpotensi menyerap tenaga kerja, tetapi dominasi pekerjaan informal dan upah rendah membuat proses transisi memerlukan perencanaan matang.
Setelah proses validasi ini, ILO dan Bappeda Sumsel akan menyusun roadmap transisi energi berkeadilan yang memuat strategi reskilling, upskilling, insentif pekerjaan formal di sektor baru, serta peta risiko sosial.
Roadmap tersebut diharapkan menjadi panduan kebijakan bagi pemerintah daerah dan mitra internasional dalam memastikan transisi energi di Sumsel berjalan inklusif dan sesuai dengan kondisi lapangan. (ril)

