RELUNG.ID – Valve resmi mengumumkan kehadiran tiga perangkat keras baru dalam keluarga Steam Hardware, termasuk Steam Machine dan Steam Controller generasi terbaru.
Perangkat ini dibangun di atas kesuksesan Steam Deck, dengan tujuan memperluas ekosistem Steam ke lebih banyak pengguna, khususnya di ruang tamu.
Untuk pertama kalinya, Valve menghadirkan Steam Machine versi buatan mereka sendiri. Perangkat ini berbentuk kubus kompak yang pada dasarnya merupakan versi Steam Deck yang dirancang untuk digunakan bersama TV.
Steam Machine menggunakan chip AMD semi-kustom dengan CPU 6-core/12-thread berbasis arsitektur Zen 4, berkecepatan hingga 4,8GHz dan TDP 30W.
GPU-nya berbasis AMD RDNA3 dengan 28 unit komputasi, clock hingga 2,45GHz, dan TDP 110W — setara dengan versi ringkas dari Radeon RX 7600.
Perangkat ini dilengkapi memori sistem DDR5 16GB dan VRAM GDDR6 8GB. Valve menawarkan dua opsi penyimpanan, 512GB dan 2TB SSD, yang bisa diganti menggunakan slot M.2 standar.
Tersedia juga slot microSD, kompatibel dengan kartu Steam Deck, memungkinkan pengguna memindahkan game tanpa instal ulang.
Untuk konektivitas, Steam Machine mendukung Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3, Gigabit Ethernet, serta berbagai port seperti 2x HDMI 2.1, DisplayPort 1.4, USB-A dan USB-C, dengan dukungan 4K hingga 240Hz, VRR, HDR, dan HDMI CEC.
Menariknya, perangkat ini juga dilengkapi strip LED RGB yang dapat disesuaikan, yang mampu menampilkan status seperti progres unduhan. Valve juga menyediakan pelat muka yang bisa dilepas dan diganti untuk personalisasi.
Seperti Steam Deck, Steam Machine berjalan dengan SteamOS berbasis Linux, kali ini telah dioptimalkan untuk tampilan TV. Pengguna juga dapat beralih ke antarmuka desktop KDE Plasma untuk menjalankan aplikasi Linux biasa.
Valve juga meluncurkan Steam Controller generasi kedua, yang hadir sebagai pasangan utama Steam Machine. Desainnya terinspirasi dari Steam Deck, namun menggabungkan elemen klasik dari controller pertama.
Controller ini memiliki tata letak tombol dan joystick yang mirip Steam Deck, menggunakan teknologi magnetik generasi kedua Valve untuk respons dan daya tahan lebih baik. Joystick-nya juga memiliki permukaan sentuh kapasitif untuk mengaktifkan kontrol gerakan, serta haptik HD dan giroskop 6-sumbu.
Ciri khas utama Steam Controller tetap dipertahankan, yakni dua trackpad sensitif tekanan yang berfungsi layaknya touchpad laptop. Fitur ini memungkinkan pemain menavigasi antarmuka SteamOS atau memainkan game yang mendukung kontrol mouse.
Tambahan lainnya termasuk empat tombol belakang, permukaan sentuh kapasitif di pegangan, serta konektor magnetik yang berfungsi ganda sebagai pemancar nirkabel. Controller ini juga mendukung USB-C untuk pengisian daya, dengan daya tahan baterai hingga 35 jam.
Controller baru ini terhubung secara nirkabel ke Steam Machine melalui frekuensi 2.4GHz khusus dengan latensi hanya 8ms dan polling rate 4ms, serta mendukung hingga empat controller secara bersamaan. Selain itu, perangkat ini juga kompatibel dengan PC Windows melalui USB atau Bluetooth.
Valve menyebut bahwa Steam Machine dan Steam Controller akan mulai dipasarkan pada awal tahun 2026, dengan detail harga dan ketersediaan yang akan diumumkan mendekati peluncuran. Perusahaan juga memperkenalkan perangkat tambahan bernama Steam Frame, yang detailnya akan diungkap dalam waktu dekat. (LWM)

