RELUNG.ID – Sebuah video seorang konsumen yang hendak membeli BBM jenis Dexlite di sebuah SPBU di Lubuklinggau mendadak viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat konsumen ini dimintai untuk menggunakan kupon saat pembelian BBM dexlite di SPBU yang berada di Jalan Fatmawati, Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan ini.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Lubuklinggau AKBP Bobby Kusumawardhana mengaku telah menindak lanjuti video tersebut dengan menerjunkan anggota Intelkam untuk menelusurinya.
“Itu merupakan kesalahpahaman antara karyawan SPBU Fatmawati dengan konsumen BBM jenis Dexlite,” katanya.
Menurutnya, kronologis kejadian tersebut pada Kamis, 17 Oktober 2024 sekitar pukul 11.30 WIB. Bermula datang mobil Innova warna hitam Nopol BG 1870 QA yang dikendarai Aipi. Lalu dihampiri Dandi selaku karyawan SPBU dengan mengatakan “maaf Pak, Dexlite kosong”.
Kemudian laki-laki tersebut menjawab dengan mengatakan “apo yang ado di sini, setiap aku ke sini dak katik (Dexlite habis).
Selanjutnya Dandi selaku karyawan memberikan penjelasan dengan mengatakan kalau Dexlite itu ada, tapi hanya untuk yang mempunyai kupon.
Lantas laki-laki tersebut tidak terima dengan jawaban yang disampaikan oleh karyawan SPBU itu. Kemudian laki-laki tersebut menjawab dengan mengatakan “kupon apo? Gek ku viralke”.
Setelah itu Dandi kembali menjawab “nanti saya tanya ke dalam dulu (ke kantor). Lalu Dandi saat berada di kantor SPBU bertemu dengan Lingga yang juga karyawan SPBU. Kemudian kembali menghampiri laki-laki tersebut sambil berkata “Dexlite kosong Pak”.
Namun laki-laki tersebut mengabadikan percakapannya dengan membuat video sambil berkata “Aku nak nanyo ngapo harus pakek kupon?”. Setelah itu, konsumen BBM jenis Dexlite meninggalkan SPBU Fatmawati.
Sementara itu Supervisor SPBU Fatmawati, Heri Kiswanto mengatakan kejadian pada Kamis kemarin telah terjadi kesalah pahaman antara Karyawan SPBU Fatmawati dengan konsumen BBM jenis Dexlite di pompa nomor 4.
“Kesalah pahaman penyampaian oleh Karyawan SPBU Fatmawati terhadap konsumen BBM jenis Dexlite yang menggunakan mobil Innova dengan permasalahan yang dipertanyakan oleh konsumen yaitu tentang kupon,” jelasnya.
“Bahwa yang di maksud kupon oleh Karyawan SPBU Fatmawati adalah pihak yang mempunyai kerjasama dengan SPBU Patmawati dan memiliki Deposit awal terkait pembelian BBM jenis Dexlite,” ungkapnya.
Dia menambahkan, pada saat terjadi kesalahpahaman tersebut memang terdapat stok Dexlite sebanyak 3.340 liter dan harus di sisakan sebanyak 2.500 liter.
“Karena untuk stok di tangki guna menghindari kerusakan pada alat pompa minyak jadi sisa minyak Dexlite sebanyak 840 liter digunakan untuk konsumen yang mempunyai kerjasama dan mempunyai kupon,” pungkasnya. (ANS)

