Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Viral Kasus Dugaan Kelalaian Nakes di Muratara, Gubernur Herman Deru Terjunkan Tim dari Pemprov Sumsel
Regional

Viral Kasus Dugaan Kelalaian Nakes di Muratara, Gubernur Herman Deru Terjunkan Tim dari Pemprov Sumsel

alwiBy alwi31/05/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Dugaan kelalaian tenaga kesehatan (Nakes) di Muratara mendadak viral.

Kasus tersebut menjadi sorotan usai curhatan seorang suami LK melalui unggahannya media sosial beberapa waktu lalu.

LK menuliskan jika istri dan calon anaknya meninggal dunia diduga akibat kelalaian Puskesmas Pauh di Muratara, Sumsel.

Baca Juga: Ririsa Miyazaki Jadi Naru Kotoishi di Live Action Barakamon

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan Pemprov bersama Pemkab setempat akan terus memonitoring dugaan kasus tersebut.

Menurutnya, nakes juga manusia biasa sehingga ada keterbatasan. Selain itu, hingga saat ini semua pihak hanya menerima informasi dari sebelum pihak (korban) saja.

“Karena itu, kami akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi kasus tersebut,” katanya.

Baca Juga: Bakar Lahan Setengah Hektare, Mantan Kades di Sumsel Terancam Pidana 10 Tahun

Tim investigasi ini sendiri Ketuanya Dirut RSMH, Wakil ketua Direktur RS Fatimah, Inspektorat, Biro Pemerintahan dan Hukum serta bekerja sama dengan Kabupaten setempat yaitu Muratara. Pihaknya menargetkan agar investigasi ini selesai dalam waktu seminggu.

“Kalau memang terbukti ada kelalaian tentu akan diberikan sanksi administrasi, jika investigas ini telah selesai dilakukan,” terangnya.

Meski demikian, dia meminta semua pihak untuk tetap berimbang. Serta menjaga hati para nakes yang telah bertugas tidak kenal jam, dan tempat ini.

Baca Juga: Bawa Kemampuan Pengisian Daya Cepat, Ini Spesifikasi Samsung Galaxy Tab S9+ dan S9 Ultra

Berdasarkan informasi yang didapatkannya, korban secara rutin melakukan pemeriksaan di Puskesmas tersebut.

Namun dikarenakan bayinya besar, sedangkan tubuh korban kecil hanya 150 cm maka terjadi ketidak seimbangan. Nakes pun telah menyarankan korban untuk ke RS

“Tapi kita akan melakukan investigasi dan akan kita dengan secara komprehensif,” tegasnya.

Baca Juga: Pasca Penayangan Anime, Penjualan Komik Blue Lock Terjual Hingga 8 Juta salinan

Dia juga meminta Bupati untuk agar tidak memandang individu tertentu hingga membuat nama nakes tercoreng. Karena itu, semua pihak harus menunggu hasil monitoringnya.

“Saya minta pak Bupati untuk menindaklanjuti jika ada pelayanan apapun yang tidak optimal dalam melayani masyarakat,”pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Muratara, Devi Suhartoni menambahkan, sejak awal pihaknya telah meminta para nakes untuk meningkatkan pelayanan dan keramahan.

Baca Juga: Penting! Ini Bahaya Gunakan Pakaian Ketat

Terkait kasus tersebut, dirinya sengaja datang ke Pemprov Sumsel untuk melapor kepada Gubernur Sumsel.

“Muratara ini bagian dari Sumsel. Jadi saya lapor ke Gubernur untuk meminta arahannya,” katanya.

Sejauh ini, dia mengaku tidak ada proses hukum terkait kasus dugaan kelalaian nakes ini. Terlebih lagi, dari informasi nakes telah melakukan perawatan.

Baca Juga: Mata Ikan Bikin Malu! 4 Bahan Alami ini Bisa Atasinya

Nakes pun telah memberi tahu korban, jika memiliki resiko tinggi, sedangkan alat di Puskesmas Pauh tidak ada, sehingga lebih baik ke RS.

“Kalau dari investigasi ada kelalaian maka akan diberikan hukuman. Jadi kita tunggu hasil investigasinya apakah ada kelalaian atau bagaimana. Saat ini, nakesnya juga masih bekerja dan pihaknya telah melakukan mediasi dengan pihak keluarga,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang pria, LK menuangkan curhatannya ke media sosial. Tulisan curahan hati itu pun diposting ulang oleh akun instagram @palembang_bedesau.id, Senin (29/5).

Baca Juga: 4 Manfaat Kuning Telur Baik untuk Kesehatan Rambut

Dalam akun IG tersebut, LK menerangkan secara jelas kronologis kejadian hingga istrinya, TK, meninggal dunia. Cerita itu ia tulis dalam bahasa daerah.

“Min tolong viralkan ataupun bagikan, supayo di liat pemerintah daerah supaya ado tindak lanjutnyo,” tulisnya.

Dia menceritakan, istrinya akan melahirkan dan dibawa ke Puskesmas Pauh, Muratara, Sumsel, Selasa (9/5) sekitar pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Talas Sumber Nutrisi Cocok untuk Kesehatan Ibu Hamil

Pukul 01.30 WIB, ketuban pecah namum hingga pukul 03.00 WIB belum juga melahirkan. Beberapa menit kemudian, mereka ditinggal bidan puskesmas untuk tidur. Otomatis mereka tidak didampingi seorang pun tenaga kesehatan di ruang bersalin.

Pria itu kesal dengan sikap bidan tersebut lalu mengedor pintu ruang bidan yang tidur untuk menanyakan tindakan yang harus dilakukan karena kondisi istrinya sudah lemah.

“Awak marah, awak gedur lawang. Awak bicara sama bidan (Saya marah, saya gedor pintu dan bicara sama bidan. Apa kamu tidak mau mengurus, apa tidak mau bikin surat rujukan karena Tika mulai lemah),” tulisnya.

Baca Juga: Udang Bagus untuk Kesehatan Ibu Hamil

Kemudian bidan keluar dan bicara dengan mertua LK di ruang bersalin. Mereka tersinggung dengan ucapan LK barusan sehingga bidan itu mengusir mertuanya dengan kata-kata kasar.

“Pas nak masok lagi takunci pintu, ngapo bidan ngunci pintu dakte kuargo yang nemani TK di dalam dakte utak nian bidan puskesmas pauh jangan mentang2 mereka bidan jangan sakendak kenda mereka.” tambahnya

(Waktu mau masuk pintu sudah terkunci, kenapa bidan mengunci pintu, tidak ada keluarga yang menemai Tika di dalam. Tidak ada otak/pikiran bidan Puskesmas Pauh, jangan mentang-mentang mereka bidan maunya sendiri).

Baca Juga: 4 Fakta Raja Wapol, Penyelamat Vivi

Empat jam setelah ketuban pecah atau pukul 05.00 WIB, bidan barulah merujuk istrinya ke RS Ar Bunda Lubuklinggau. Namun, istri dan calon bayi pertamanya tak bisa diselamatkan tak lama setelah tiba di rumah sakit.

Kejadian itu membuat LK kecewa berat. Dia menyayangkan kelalaian bidan membuat dua nyawa yang disayanginya pergi untuk selamanya.

Padahal, hal itu bisa dicegah jika bidan segera mengambil tindakan untuk merujuk ke rumah sakit. Lebih kecewanya lagi, saat istrinya berjuang justru ditinggal tidur oleh bidan yang mengaku mengantuk.

Baca Juga: Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang Jadi Homebase Pesawat Tempur

“Kejadian ko sebuah kelalaian bidan puskesmas. Memang ajal dakte yang tau tapi perawatan bidan tu muat idak puas. Allah tulah yang tau.” demikian tulisannya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRirisa Miyazaki Jadi Naru Kotoishi di Live Action Barakamon
Next Article Spoiler One Piece 1085: Im Sama Bunuh Ratu Lili, Gara-gara Sebarkan Poneglyph
alwi

Related Posts

Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Regional

Kepergok Curi AC dan Tabung Gas, Dua Warga Tangga Buntung Ditangkap

11/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,932 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,803 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,775 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?