RELUNG.ID – Sebuah acara perpisahan siswa di SMK Citra Bangsa Mandiri (CBM) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mendadak viral lantaran digelar mewah layaknya wisuda perguruan tinggi.
Acara yang berlangsung Kamis (8/5/2025) itu menampilkan siswa berpakaian toga lengkap dengan sleber, samir, dan topi bertali.
Di atas panggung, seorang guru bahkan menyilangkan tali toga dari kiri ke kanan, meniru prosesi wisuda kampus. Para guru pun tampil bak profesor dengan toga dan kalung medali.
Tak hanya itu, acara juga dibuka dengan seremoni “sidang senat terbuka”, istilah formal yang biasa dipakai dalam forum akademik resmi seperti wisuda sarjana atau promosi doktor.
Perpisahan tersebut turut dimeriahkan dengan tarian tradisional profesional dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube SMK CBM Official.
Potongan video acara itu menyebar luas di TikTok dan Instagram, memicu gelombang komentar warganet yang mengkritik keras penyelenggaraan perpisahan sekolah yang dianggap berlebihan dan meniru prosesi akademik universitas.
Kritik makin tajam karena acara itu digelar di tengah larangan Dinas Pendidikan terkait praktik pungutan liar (pungli) dalam acara kelulusan siswa.
Namun, Dinas Pendidikan Jawa Tengah memilih bersikap hati-hati. Kepala Seksi SMA dan SLB Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X, Dwi Sucipto, menegaskan bahwa larangan pungutan hanya berlaku untuk sekolah negeri.
“Larangan pungutan itu hanya untuk sekolah negeri, dari SD sampai SMK. Kalau swasta, jadi tanggung jawab yayasan,” kata Dwi, Minggu (11/5/2025).
Dwi menjelaskan, sekolah negeri dilarang keras memungut biaya untuk kegiatan apapun, termasuk wisuda.
Jika melanggar, dinas berwenang menindak dan memerintahkan pengembalian dana kepada wali murid. Sementara untuk sekolah swasta, dinas hanya akan turun tangan jika ada aduan masyarakat dan ditemukan unsur pungutan yang merugikan.
“Kalau ada aduan dan terbukti ada pungutan tak semestinya, kami bisa minta dikembalikan,” tegas Dwi. (KPB)

