RELUNG.ID – Sebuah video cekcok antara orang tua murid dan pihak sekolah di SMPN 1 Lubuklinggau viral di media sosial. Dua siswi kelas 9, J dan R, mengadu karena tas dan buku mereka basah diduga akibat perundungan. Namun saat melapor, keduanya justru merasa dimarahi pihak sekolah, hingga suasana memanas dan orang tua ikut turun tangan.
Insiden terjadi Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat kembali dari mengganti pakaian olahraga, kedua siswi mendapati tas mereka basah kuyup, berikut buku dan perlengkapan belajar yang rusak. Merasa menjadi korban bully, keduanya langsung menghubungi orang tua dan melaporkan kasus ini ke sekolah.
Video memperlihatkan suasana emosional di ruang guru, salah satu wali murid menangis dan menyebut anaknya juga pernah kehilangan ponsel di sekolah. Rekaman ini kemudian viral.
Guru BK SMPN 1 Lubuklinggau, Wahyuni, membantah pihak sekolah memarahi korban. Ia menyebut kejadian bermula dari kesalahpahaman karena siswi tidak melapor melalui prosedur sekolah lebih dulu.
“Guru hanya menegur soal prosedur laporan yang seharusnya ke BK dulu, bukan langsung menghubungi orang tua. Bukan marah,” jelasnya, Kamis (6/11/2025).
Menurut Wahyuni, rekaman viral membuat situasi terlihat tegang, padahal sekolah sedang menjelaskan sistem pelaporan internal.
Sekolah kemudian melakukan rekonstruksi di kelas. Hasilnya, air yang membasahi tas diduga berasal dari botol minum teman yang tak sengaja tersenggol hingga tumpah.
“Air mengalir ke tas karena botol jatuh, bukan disiram. Ini murni kecelakaan,” ujar Wahyuni.
Pihak sekolah juga menegaskan peraturan melarang siswa membawa ponsel, menanggapi keluhan orang tua soal HP anaknya yang hilang sebelumnya.
Sekolah akan kembali mempertemukan orang tua dan siswa untuk mediasi, dan kasus telah dilaporkan ke PGRI agar tidak terjadi kesalahpahaman lanjutan.[THQ]

