RELUNG.ID – Sebuah video yang menggambarkan aksi perundungan terhadap seorang siswi SMP viral di media sosial, mengundang perhatian luas. Kejadian tersebut dikabarkan berlangsung di sebuah SMP Negeri di Kecamatan Pulau Beringin, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel.
Video berdurasi 3 menit 32 detik itu menunjukkan seorang siswi berseragam pramuka menangis di dalam kelas, sementara beberapa siswi lain melakukan perundungan terhadapnya.
Dalam video tersebut, seorang siswi berseragam olahraga terlihat memaksa mengikat rambut korban secara paksa.
Ketika korban menolak, ia menampar wajah dan kepala korban, kemudian memeluk erat korban dan membisikkan sesuatu padanya. Meski korban menangis histeris, tak satu pun temannya membantu dan mereka hanya menonton peristiwa itu.
Korban diketahui berinisial EF, siswi kelas VII, sementara pelaku berinisial R, siswi kelas IX. Kepala SMP Negeri 1 Pulau Beringin, Siti Marwiyah, membenarkan insiden tersebut terjadi di sekolahnya.
“Peristiwa itu terjadi di dalam kelas saat jam istirahat. Pemicunya diawali saling ejek antar siswa dan berakhir bullying serta kekerasan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/6/2024).
Siti menyesalkan kasus perundungan ini dan merasa kecolongan, terutama karena kejadian tersebut direkam menggunakan ponsel oleh teman pelaku. Menurutnya, pihak sekolah sering mengingatkan para siswa untuk tidak melakukan perundungan dan melarang membawa ponsel.
“Ke depan pengawasan diperketat dan kami akan gencar melakukan razia barang-barang yang dilarang dibawa ke sekolah. Kami minta maaf karena kecolongan terjadi seperti ini,” ungkap Siti.
Meski berupaya menyelesaikan masalah melalui kekeluargaan dengan mempertemukan kedua orang tua siswa, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) OKU Selatan, Beni Suhendro, menegaskan bahwa tindakan tegas akan tetap diambil.
“Kami tidak bisa menolerir kejadian seperti ini. Akan ada sanksi tegas bagi siswa yang terlibat, termasuk kepala sekolah dan guru pengajar yang lalai menjalankan tugas mereka,” tegas Beni.
Menurutnya, kasus ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak mengingat pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para siswa.
“Masyarakat pun berharap langkah tegas yang diambil dapat menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” tutupnya.[RG]

