RELUNG.ID – Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba), Rohman, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah Tahun 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (22/6/2025). Forum strategis yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH) ini bertujuan memperkuat langkah nasional dalam mencapai target pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Acara dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengurangi sampah nasional sebesar 30% dan menangani sisanya 70% sesuai target yang ditetapkan.
Mewakili Bupati Muba M. Toha, , Wabup Rohman menegaskan komitmen Kabupaten Muba dalam mendukung kebijakan nasional pengelolaan sampah. Ia hadir bersama jajaran Pemkab Muba, termasuk Kepala Dinas PUPR Muba Alva Elan SST MPSDA, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Oktarizal ST MSi, serta sejumlah pejabat lainnya.
“Kami sangat mendukung target pengelolaan sampah nasional sebesar 51,20% pada tahun 2025. Langkah ini memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga sektor swasta,” ujar Wabup Rohman.
Rohman menyoroti beberapa poin utama yang dibahas dalam rakor, seperti implementasi program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL), pemberdayaan masyarakat, dan penguatan infrastruktur pengelolaan sampah.
Menurut Wabup, pemanfaatan teknologi modern adalah solusi jangka panjang untuk pengelolaan sampah yang efektif dan efisien. Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyediakan regulasi, infrastruktur, dan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.
“Dengan inovasi dan pemberdayaan, kami optimis tantangan pengelolaan sampah dapat diatasi. Rakor ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan solusi untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan,” tambahnya.
Rakor ini juga menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan solusi terpadu terhadap permasalahan sampah. Diskusi interaktif yang digelar memberikan kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk berbagi praktik terbaik dan menyampaikan kendala lapangan.
“Dengan adanya rakor ini, kami berharap lahir inisiatif nyata yang mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang,” tutup Wabup Rohman.[THQ]

