RELUNG.ID — Sebuah cerita menarik datang dari seorang pedagang duku yang dikenal sebagai Wak Duku, seorang wanita tua yang menjual buah duku di pinggir Jalan Yos Sudarso depan Mapolres Lubuklinggau.
Meski enggan menyebut nama aslinya, Wak Duku berbagi kisahnya pada Minggu (25/2).
Menurutnya, musim duku saat ini bersamaan dengan musim buah durian. Namun, meski sudah musim duku, buah ini tidak terlalu banyak membanjiri Lubuklinggau.
Hal ini karena banyaknya pembeli dari Jakarta dan Palembang yang langsung membeli buah duku dari petani di Musi Rawas.
“Sebelumnya saya membeli langsung dari petani di Muara Kelingi (Kabupaten Musi Rawas),” ujarnya.
Wak Duku menjelaskan bahwa harga duku yang ia jual adalah Rp 10 ribu per kilogram. Buah duku yang ia jual diambil langsung dari daerah Muara Kelingi dengan cara membeli langsung dari petani. Dia mengambilnya sebanyak sepikul setengah dengan harga Rp 7 ribu per kilogram.
“Banyak pembeli yang langsung mengambil dari batang, jadi sedikit pengecer di Lubuklinggau,” tambahnya.
Wak Duku juga memuji rasa buah duku asal Musi Rawas yang manis dengan ukuran yang cukup besar. Dia menyatakan bahwa musim duku akan berakhir di pertengahan bulan Maret, mirip dengan musim durian.
Dengan senyum, Wak Duku menyimpulkan, “Alhamdulillah, pembeli datang membeli, laris mania.”kata dia. [RG]

