RELUNG.ID – Antrean panjang pembelian solar bersubsidi di sejumlah SPBU di Sumatera Selatan, terutama Kota Palembang, kian meresahkan. Sopir truk angkutan barang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM, sehingga aktivitas distribusi ikut terganggu.
Wakil Ketua DPRD Sumsel, H Nopianto, menegaskan Pertamina tidak boleh tinggal diam melihat fenomena ini.
“Antrian solar makin parah, terutama di Palembang. Pertamina harus segera mengantisipasi. Jangan biarkan keresahan masyarakat berlanjut dan memunculkan kekhawatiran soal kelangkaan BBM,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Menurut politisi Partai NasDem ini, antrean berkepanjangan jelas berpotensi melumpuhkan transportasi dan logistik. DPRD Sumsel bahkan siap memanggil Pertamina jika kondisi tidak segera diperbaiki.
“Kalau antrian ini terus berulang, kami akan memanggil Pertamina untuk meminta penjelasan terkait penyebab dan langkah penanganan,” tegasnya.
Nopianto menekankan pentingnya transparansi. Pertamina diminta menjelaskan apakah antrean dipicu kelangkaan pasokan atau persoalan distribusi di lapangan.
“Yang paling penting, masyarakat jangan terus dirugikan. Pertamina harus berpikir strategis agar pasokan aman dan antrean panjang tidak terulang,” tandasnya.
Sebelumnya, antrean panjang warga saat membeli BBM sempat terjadi di sejumlah daerah di Sumsel. Seperti di Muara Enim dan Pagar Alam. Antrean dipicu dari kosongnya stok Pertamax. Sehingga memicu antrean panjang BBM Pertalite. (DSK)

