RELUNG.ID — Pemerintah Kota Palembang mulai mengarahkan pembangunan kota ke kebutuhan generasi muda dengan menyiapkan skate park berstandar nasional di kawasan Balai KIR. Langkah ini menandai transformasi ruang kota yang sebelumnya identik dengan layanan kendaraan menjadi pusat aktivitas olahraga ekstrem dan budaya urban.
Rencana tersebut mencuat setelah Wali Kota Palembang Ratu Dewa berdialog langsung dengan komunitas skateboard Palembang Void Movement. Dari pertemuan itu, Pemkot menangkap kebutuhan akan fasilitas yang lebih representatif dibanding skate park lama di sekitar Jembatan Ampera.
“Kota harus hadir memberi ruang bagi minat dan bakat anak mudanya. Balai KIR akan kita kembangkan menjadi kawasan olahraga ekstrem,” kata Ratu Dewa, Selasa (6/1/2026).
Dewa menegaskan, kawasan Balai KIR nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi skateboard. Pemerintah berencana menjadikannya ruang olahraga terpadu, yang dapat digunakan komunitas BMX, sepatu roda, hingga cabang olahraga ekstrem lainnya.
Dengan konsep tersebut, Balai KIR diharapkan beralih fungsi menjadi ruang bersama, sekaligus tempat tumbuhnya ekosistem olahraga urban di Palembang.
Pembangunan skate park nasional itu ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun ini. Pemerintah ingin memastikan para atlet dan komunitas memiliki wadah yang layak untuk berlatih, berkompetisi, sekaligus menyalurkan kreativitas secara positif.
“Kita ingin komunitas ini berkembang dan punya fasilitas yang aman, standar, dan membanggakan kota,” ujar Dewa.
Sementara itu, komunitas skateboard berharap fasilitas yang sudah ada di kawasan Taman Ampera tetap difungsikan. Lokasi tersebut dinilai masih penting, terutama bagi pemula yang baru mengenal skateboard.
“Tempat yang sekarang sangat membantu anak-anak baru belajar. Harapannya tetap bisa digunakan sambil menunggu skate park baru jadi,” ujar Dery, salah satu pemain skateboard Palembang.[THQ]

