RELUNG.ID – Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan akurasi data menjadi kunci dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan jujur.
Hal itu disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri kegiatan SEMARAK (Sensus Ekonomi Milik Rakyat) Wong Kito 2026 di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (28/6/2026).
Ratu Dewa mengapresiasi Badan Pusat Statistik (BPS) RI, BPS Sumatera Selatan, dan BPS Kota Palembang yang telah menginisiasi berbagai kegiatan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” ujarnya.
Menurut Ratu Dewa, hasil sensus akan menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan pembangunan, mulai dari mendorong investasi, memperkuat sektor usaha, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Kota Palembang pada Triwulan I 2026 mencapai 5,91 persen. Capaian itu menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak positif sehingga membutuhkan dukungan data statistik yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil pra-pendataan (prelist) Sensus Ekonomi 2026, terdapat sekitar 179.751 unit usaha di Kota Palembang. Jumlah tersebut terdiri atas 723 usaha besar, 7.206 usaha menengah, dan 171.822 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Angka ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi Kota Palembang. UMKM menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus didorong dan dikembangkan,” katanya.
Ratu Dewa juga mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kota Palembang dan BPS yang telah dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari Focus Group Discussion (FGD) Ground Check Pra-Prelist bersama para ketua RT, pencanangan Sensus Ekonomi oleh seluruh camat, hingga sosialisasi melalui videotron, spanduk, testimoni, dan program Ngisi Bareng (NGIBAR) Sensus Ekonomi.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Data yang kita berikan hari ini akan menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan Kota Palembang di masa mendatang. Mari sukseskan Sensus Ekonomi 2026 karena data yang berkualitas adalah fondasi pembangunan yang berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan beserta seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, sebanyak 7.588 petugas sensus telah disiapkan untuk menghimpun data ekonomi secara akurat.
“Selama ini kita belum sepenuhnya memiliki data yang akurat karena dikelola oleh banyak lembaga. Di era Presiden saat ini, seluruh data nasional dikonsolidasikan dan dikelola secara profesional oleh BPS sehingga program pemerintah dijalankan berdasarkan satu data,” katanya.
Saifullah Yusuf juga mengingatkan seluruh petugas sensus agar bekerja dengan integritas dan empati, bukan sekadar mengejar target pendataan.
“Jangan hanya mengejar target. Bekerjalah dengan hati, bekerjalah dengan penuh empati. Hadirkan data yang benar-benar sesuai kenyataan di lapangan agar pembangunan tepat sasaran,” pesannya.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan momentum penting untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
Menurutnya, data yang dihimpun akan menjadi rujukan pemerintah dalam merancang kebijakan penguatan dunia usaha, peningkatan investasi, hingga pemberdayaan UMKM.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi menjadi upaya bersama untuk memotret kondisi riil perekonomian Indonesia. Data yang dihasilkan akan menjadi rujukan utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. (DSK)

