Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Wamen Stella: Beasiswa Negara Adalah Utang Budi
Regional

Wamen Stella: Beasiswa Negara Adalah Utang Budi

RiyadiBy Riyadi23/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Polemik pernyataan alumni LPDP berinisial DS yang viral dengan ucapan “cukup saya WNI, anak jangan” terus bergulir dan memantik respons dari berbagai pihak.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa setiap beasiswa dari negara sejatinya adalah amanah sekaligus utang budi kepada bangsa.

Stella mengaku sebelumnya pernah mendapat kritik dari warganet saat menyampaikan pandangan serupa kepada penerima beasiswa luar negeri.

Baca juga :   75 Pelajar di Empat Kecamatan Dapat Beasiswa LazisMu Muara Enim

“Saya pernah dikecam netizen ketika mengimbau penerima beasiswa S1 luar negeri Kemdiktisaintek bahwa beasiswa adalah utang. Namun kenyataannya memang demikian: setiap beasiswa dari negara adalah utang budi,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurutnya, polemik yang mencuat belakangan ini mencerminkan persoalan moral yang seharusnya dibangun sejak dini. Ia menilai beasiswa tidak semata-mata fasilitas pendidikan, melainkan bentuk kepercayaan negara yang harus dijaga.

“Beasiswa tidak dipahami sebagai amanah, melainkan sekadar fasilitas. Di sinilah letak persoalannya,” ungkapnya.

Baca juga :   Kerjasama TaniFoundation, SMAF Bakal Tingkatkan Literasi Pertanian 80 Poktan di Indonesia

Meski begitu, Stella mengingatkan bahwa memperketat sistem beasiswa dengan berbagai pembatasan berlapis belum tentu menjadi solusi efektif. Ia menilai pendekatan yang terlalu restriktif justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis di kalangan penerima beasiswa.

“Pembatasan yang berlebihan justru berpotensi menumbuhkan sikap sinis: penerima beasiswa menjadi kurang bersyukur kepada negara dan sibuk mencari celah untuk menghindari kewajiban,” katanya.

Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan kesadaran moral para penerima beasiswa agar mereka secara sukarela berkontribusi bagi Indonesia setelah menyelesaikan studi.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Cerah Berawan dengan Suhu Udara 33 Derajat Celsius

Polemik ini bermula dari video yang diunggah seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang memperlihatkan surat dari Home Office Inggris terkait kewarganegaraan anaknya. Dalam video tersebut, ia menyatakan keinginannya agar anak-anaknya memiliki paspor asing dengan alasan masa depan yang lebih baik.

Ucapan itu menuai perdebatan luas di media sosial dan menyeret perhatian pada kewajiban kontribusi alumni LPDP. Diketahui, seluruh penerima beasiswa LPDP terikat kontrak untuk melaksanakan masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun.

Saat ini, LPDP juga tengah melakukan pendalaman terhadap suami DS yang diduga belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya. LPDP menyatakan akan melakukan klarifikasi dan penindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran kontrak.

Baca juga :   1.333 Orang Keracunan MBG di Bandung Barat dan Garut, Bakteri Jadi Penyebab

Pernyataan Stella pun menjadi penegasan bahwa beasiswa negara bukan sekadar hak, tetapi tanggung jawab moral untuk memberi manfaat kembali kepada bangsa dan masyarakat.[YKP]

Beasiswa Negara Utang Budi Wamen Stella
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleWebtoon My Reason to Die Diadaptasi Jadi Drakor, Chae-min Lee Jadi Pemeran Utama
Next Article Kesempatan Jadi Bagian JKN: BPJS Kesehatan Buka Rekrutmen Besar-besaran di Seluruh Indonesia!
Riyadi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,001 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,871 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,843 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?