Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Warga di Muara Enim Paksa Angkutan Batubara Putar Arah, Begini Alasannya
Regional

Warga di Muara Enim Paksa Angkutan Batubara Putar Arah, Begini Alasannya

alwiBy alwi15/11/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi angkutan batu bara. (ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Warga Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim melakukan penyepotan, hingga meminta angkutan batubara yang melintas di jalan lintas tengah sumatera, tepatnya di kampung V desa Karang Raja kecamatan Muara Enim untuk putar arah.

Hal ini dikarenakan warga telah geram. Lantaran, mobilitas angkutan batubara kian berdampak terhadap berbagai aktivitas warga. Bahkan, Senin kemarin (14/11) terjadi senggolan dua kendaraan pengangkut batu bara yang mengakibatkan batu bara tertumpah ke jalan raya.

Pantauan di lapangan, Selasa (15/11). Puluhan warga melakukan aksi penyetopan dan memaksa putar balik setiap angkutan batu bara yang melintas dan datang dari arah Muara Enim menuju Tanjung Enim.

Sempat ada mediasi yang di lakukan bersama anggota kepolisian dan TNI bersama salah satu perusahaan yang hadir, namun belum ada kata sepakat sehingga mengharuskan warga untuk melakukan aksi penyetopan seluruh angkutan batu bara milik perusahaan.

Salah satu warga kampung V desa Karang Raja, Kamiludin (62) mengatakan aksi penyetopan ini, dilandasi keresahn masyrakat lantaran mobilitas angkutan batu bara yang tinggi serta beberapa di antaranya oknum ugal-ugalan telah mengakibatkan banyak dampak negatif bagi masyarakat khususnya desa Karang Raja.

Dikatakannya, sering didapati Batu bara yang tertumpah kejalan raya, tentunya ini menimbulkan polusi dan rawan terjadinya kecelakaan, karena tumpahan Batu bara yang tercecer di jalanan, pihaknya menginginkan angkutan ini dihentikan sementara karena belum ada kata sepakat dan penyelesaian bersama masyarakat.

Semalam itu bukan puncak, tapi memang keresahan selama ini, karena sebelumnya kerap terjadi angkutan Batu bara menabrak rumah, pagar, tiang listrik, mengakibatkan padamnya aliran listrik dalam waktu yang sangat lama dari pukul 20:00 WIB hingga bertemu pagi.

“Kalau permasalahan debu ini sudah setiap tahun dihadapi, namun kali ini lebih parah dampaknya, kadang terjadi kemacetan panjang, intinya meresahkan, semalam itu bersenggolan bak sehingga batu bara tumpah ke jalan, dari arah berlawanan,” ujarnya.

Angkutan batu bara ini, kata dia, diharapkan oleh masyarakat untuk melakui jalan khusus jangan melewati jalan umum, dampaknya sudah sangat meresahkan.

Anggota DPRD Muara Enim, sekaligus ketua DPD Partai Nasdem Muara Enim, Ajis Rahman mengatakan sudah seharusnya perusahaan atau angkutan batu bara itu memiliki akses jalan sendiri.

Jalan umum ini, kata dia merupakan jalan rakyat, rakyat yang membangun namun tidak ada hasil apa-apa, yang ada malah kemacetan yang setiap hari dialami masyarakat, polusi udara debu-debu beterbangan, kecelakaan kerap terjadi.

“Semua itu karena mobilitas angkutan batu bara, banyak dampak buruk dari mobilitas angkutan batu bara ini, belum lama ini juga terjadi pemadaman listrik yang cukup lama karena tiang listrik dihantam truk batu bara,” jelasnya.

Harapannya, kepada gubernur Sumsel agar memperhatikan jalan khusus untuk angkutan batu bara ini, “tidak ada solusi lain, harus membuat jalan baru, paling tidak diberi waktu satu tahun bagi perusahaan untuk mengadakan jalan khusus untuk batu bara, buat jalan sendiri kerjakan sendiri, pakailah sendiri jalan rakyat jangan diganggu, sekarang Muara Enim-Tanjung Enim kalau lagi macet bisa 2 sampai 3 jam, kadang balik lagi” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePBB Catat Populasi di Dunia Tembus Delapan Miliar
Next Article Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut Pajero Sport yang Tewaskan Pedagang Gorengan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,893 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,766 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,738 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?