RELUNG.ID – Sebagai bentuk empati terhadap warga yang terkena bencana longsor dan banjr bandang yang menerjang provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Pemkot Pagar Alam mengimbau warganya tidak terlalu euoforia merayakan malam pergantian tahun.
Imbauan ini tertuang dalam surat edaran Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah kepada seluruh jajarannya hingga ke tingkat RT dan RW.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Pagar Alam, Mastula Muchlis mengatakan, sudah menyiapkan tiga pleton personelnya di tambah dua ratus personel polisi Polres Pagar Alam untuk menjaga kondusifitas malam pergantian tahun tanggal 31 Desember.
“Benar pak walikota meminta warga untuk tidak terlalu euforia merayakan malan perganfian tahun sebagai bentuk empati kita kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh,Sumut dan Sumbar,” katanya, Selasa kemarin (30/12/2025)
Di katakan Mastula aktifitas perayaan yang pemkot harapkan masyarakat tidak laksanakan pada malam pergantan tahun seperti penyalaan musik dan kembang api serta kegiatan konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Untuk itu, kata dia pihaknya menyiagakan petugas yang di tempatkan di lokasi lokasi yang biasa jadi pusat keramaian dan perkumpulan warga pada moment itu seperti alun alun utara dan selatan kota serta lokasi wisata.
“Musik dan kembang api di larang di adakan juga konvoi kendaraan terutana di lokasi lokasi tertentu misal alun alun kota dan lokasi wisata kawatir dapat menggangu ketertiban umum imbauan ini juga telah disampaikan ke lingkungan warga masing masing untuk menjaga ketentraman bersama,” pungkasnya. (TFK)

