RELUNG.ID — PSSI menegaskan telah mengajukan nota protes kepada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan FIFA terkait kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Bahrain dan Indonesia pada 10 Oktober 2024.
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa protes diajukan terkait dua aspek utama: penambahan waktu babak kedua yang dianggap berlebihan dan pemilihan wasit dari Oman, yang berada di kawasan Asia Barat. Arya menyebut pihaknya telah melayangkan surat protes langsung setelah pertandingan selesai.
“Pada 10 Oktober, pukul 22.04, Pak Sumardji (manajer Timnas Indonesia) sudah menyampaikan protes kepada Match Commissioner. Kami mempertanyakan tambahan waktu yang berubah dari enam menit menjadi sembilan menit,” jelas Arya dalam video yang diunggah melalui Instagram, Minggu (13/10).
PSSI juga mempertanyakan penunjukan Ahmed Al Kaf sebagai wasit utama, mengingat ia berasal dari kawasan Timur Tengah, seperti Bahrain.
“Kami sudah kirim surat lagi ke FIFA dan AFC pada 11 Oktober. Kami tanyakan soal kenapa wasit berasal dari wilayah yang sama dengan tim lawan,” ujar Arya.
Arya memperlihatkan surat-surat resmi dengan kop PSSI yang sudah diterima oleh AFC dan FIFA. Ia mengklaim komunikasi dilakukan tepat waktu agar masalah ini dapat segera ditindaklanjuti oleh AFC.
Namun, Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor John, menanggapi dengan menyebut belum ada protes resmi yang diterima.
“Kami belum menerima keluhan spesifik dari PSSI. Kami butuh rincian lebih jelas terkait protes mereka, apakah terkait performa wasit, manajemen waktu, atau aspek lainnya,” kata Windsor, seperti dikutip dari _New Straits Times_ pada Sabtu (12/10).
Menanggapi pernyataan Windsor, Arya berharap AFC lebih serius menangani persoalan ini. “Saya tidak paham dengan manajemen di AFC. Kami harap mereka memprosesnya, karena surat sudah kami kirim satu jam setelah pertandingan. Jangan sampai terjadi polemik,” tegas Arya.
PSSI menekankan bahwa pihaknya sudah mengikuti prosedur dan berharap AFC segera mengambil langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami ingin AFC dan semua pihak terkait berbenah demi menjaga integritas kompetisi,” pungkas Arya.
Kontroversi terkait wasit dan penambahan waktu dalam laga ini memunculkan reaksi dari publik sepak bola Indonesia, yang merasa tim nasional diperlakukan tidak adil. PSSI pun berharap komplain mereka bisa segera ditanggapi dan diproses oleh AFC. [TRA]

