RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) akan potensi cuaca ekstrem akibat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, dan cuaca ekstrem lainnya.
BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan meningkat memasuki dasarian ketiga September 2024. Wilayah Sumsel diprakirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas menengah, antara 50-150 mm, di sebagian besar daerahnya.
“Beberapa wilayah seperti OKI, OKU Timur, sebagian kecil Banyuasin, Muara Enim bagian utara, Empat Lawang bagian utara, dan Lahat barat laut berpotensi mengalami curah hujan rendah di bawah 50 mm,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, Sabtu (21/9/2024).
Meskipun hujan mulai turun, sebagian besar wilayah Sumsel masih dalam kategori curah hujan rendah, kecuali beberapa wilayah yang mengalami intensitas hujan lebih tinggi, seperti Muara Enim dengan curah hujan 151-300 mm.
Wandayantolis juga menyebut bahwa Sumsel saat ini menghadapi periode Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan durasi bervariasi. HTH terpanjang tercatat di Kayuagung, OKI, yang mencapai 19 hari tanpa hujan.
Kondisi atmosfer juga menunjukkan potensi terbentuknya fenomena La Nina pada September 2024, yang akan meningkatkan peluang hujan di wilayah Sumsel. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan dampak yang mungkin timbul.
“Bijak dalam penggunaan air dan selalu menjaga kebersihan lingkungan sangat penting selama periode peralihan ini,” tutupnya.[AYK]

