RELUNG.ID – Setiap kali orang pasti merasakan sakit leher yang sebenarnya harus kalian waspadai. Bahkan sakit leher juga bisa menyebabkan kanker loh. Dilansir dari klikdokter ini 10 penyebab sakit leher. Simak dibawah ini :
1. Nyeri Otot
Nyeri otot merupakan salah satu penyebab utama leher bagian belakang sakit. Menurut dr. Theresia Rina Yunita, munculnya nyeri otot di leher bisa terjadi karena banyak hal.
“Salah satunya adalah akibat memiliki kebiasaan buruk, seperti posisi tidur yang salah atau terlalu sering menatap ponsel,” katanya.
2. Cedera
Sakit leher belakang bisa disebabkan oleh cedera. Sifat tulang-tulang penyusun leher yang fleksibel dan selalu menopang kepala membuatnya sangat rentan terhadap cedera.
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan cedera leher, misalnya karena kecelakaan kendaraan bermotor, dampak olahraga dengan intensitas tinggi, menyelam, hingga angkat beban.
Dalam kasus yang parah, cedera bisa menyebabkan patah leher. Ini terjadi ketika satu atau lebih tulang belakang menjadi retak. Leher yang patah ini bisa menyebabkan rasa nyeri yang dapat menyebar ke area lain dari sumsum tulang belakang.
3. Meningitis
Sakit tengkuk leher belakang juga dapat terjadi akibat penyakit meningitis. Penyakit yang sering disebut sebagai radang selaput otak ini bisa menimbulkan gejala leher yang terasa sakit dan kaku.
Meningitis merupakan peradangan selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Tanda sakit leher pada kasus meningitis biasanya disertai dengan demam, sakit kepala, mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya.
Baca Juga: Ini 6 Penyebab Sakit Kepala Bisa Sampai ke Mata
4. Kanker
Jenis kanker yang bisa menyebabkan sakit leher di antaranya adalah kanker rongga hidung, kanker sinus paranasal, kanker laring, kanker mulut, kanker nasofaring, serta kanker kelenjar ludah.
Sakit leher akibat kanker biasanya disertai dengan gejala lain, seperti sariawan, perubahan suara, sulit bernapas, sakit rahang, demam, kelelahan ekstrem, hingga penurunan berat badan tanpa sebab.
5. Spondylosis Servikal
Cervical spondylosis atau degenerasi cakram serviks merupakan penyakit yang dapat menyerang tulang leher. Penyakit ini dapat menurunkan fungsi tulang belakang, sehingga membuat cakram kehilangan volumenya dan menjadi retak.
Karena tidak dapat berfungsi dengan optimal, gesekan antara tulang belakang akan terjadi secara lebih intens, sehingga dapat menyebabkan rasa sakit dan kekakuan pada leher.
6. Radikulopati Servikal
Radikulopati servikal biasanya akan melibatkan saraf terjepit. Ketika akar saraf dari sumsum tulang belakang di leher mengalami iritasi atau terkompresi, ini bisa menimbulkan keluhan rasa nyeri yang menjalar dari leher ke bahu.
Selain itu, penyakit radikulopati serviks juga ditandai dengan gejala lain, seperti kelemahan otot, mati rasa, dan muncul sensasi kesemutan di lengan atau tangan.
7. Stenosis Tulang Belakang
Leher belakang sakit juga bisa terjadi karena stenosis tulang belakang. Penyakit ini mengacu pada penyempitan tulang belakang yang memberi tekanan pada akar saraf. Umumnya, penyempitan ini terjadi di leher atau punggung bawah.
Seseorang yang mengalami stenosis tulang belakang biasanya akan mengalami rasa sakit di leher, punggung, atau kaki. Rasa sakit yang dialami sering kali berubah menjadi lebih buruk saat beraktivitas.
Baca Juga: Penyebab Payudara Sakit saat Ditekan
8. Serangan Jantung
Ternyata, nyeri leher juga bisa menjadi tanda dari serangan jantung. Dikutip dari Cleveland Clinic, nyeri yang menjalar ke area punggung bisa menandakan adanya masalah pada jantung.
Nyeri leher ini sering disertai dengan gejala serangan jantung lainnya, seperti sesak napas, berkeringat, mual, muntah, dan nyeri di area lengan atau rahang.
9. Osteoporosis
Melansir dari Health Direct, osteoporosis bisa menjadi salah satu penyebab nyeri leher. Meski jarang terjadi, namun pengeroposan tulang ini bisa membuat tulang menjadi lemah sehingga memicu terjadinya patah tulang.
Selain nyeri leher dan patah tulang, osteoporosis juga bisa ditandai dengan kehilangan tinggi badan, postur membungkuk ke depan, serta nyeri punggung bagian bawah.
10. Infeksi
Infeksi virus dan bakteri yang menyerang tenggorokan juga bisa menyebabkan peradangan di leher, sehingga menyebabkan nyeri otot di leher.
Pilek dan flu yang disebabkan oleh infeksi virus bisa menyebabkan terjadinya sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Tak heran, orang yang menderita flu bisa mengalami batuk, bersin, hidung tersumbat, pegal-pegal, demam, dan sakit leher.
Semoga bermanfaat

