Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Waspada! Ini 4 Gangguan Perkembangan Anak
Lifestyle

Waspada! Ini 4 Gangguan Perkembangan Anak

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda17/08/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Orang tua harus waspada dengan gangguan perkembangan kepada anak dalam masa tumbuh dan perkembang buah hati kalian. Hal itu karena harus segera mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat.

Dilansir dari Hallodoc, berikut adalah tanda gangguan perkembangan pada anak yang perlu orangtua waspadai. Simak dibawah ini :

1. Gangguan Perkembangan Motorik Kasar

Gerakan motorik adalah istilah untuk menggambarkan perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia. Gerakan ini dibagi menjadi dua, yakni motorik kasar dan motorik halus.

  • Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar yang dipengaruhi oleh usia, berat badan, dan perkembangan anak secara fisik. Pada anak-anak, gangguan perkembangan motorik kasar bisa dilihat dari gerakan yang tidak terkontrol atau tidak seimbang. Misalnya, gerakan tidak seimbang antara anggota tubuh bagian kanan dan kiri, gangguan refleks tubuh, serta gangguan tonus otot.

Baca Juga: Ini Cara Jaga Kesehatan Fisik dan Mental saat Sibuk

  • Motorik halus berkaitan dengan kemampuan fisik yang melibatkan otot-otot kecil serta koordinasi mata dan tangan. Pada anak-anak, gangguan motorik halus bisa Dilihat ketika seorang anak masih sering menggenggam saat usianya lebih dari empat bulan dan lebih dominan menggunakan satu tangan (handedness) hingga ia berusia 1 tahun. Setelah melewati usia 14 bulan, ia juga masih melakukan eksplorasi oral, seperti memasukkan mainan ke dalam mulut.

2. Gangguan Perkembangan Kognitif

Gangguan perkembangan kognitif anak bisa terlihat melalui tanda-tanda seperti:

  • Di usia 2 bulan kurang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu atau seseorang.
  • Di usia 4 bulan belum bisa mengikuti gerak benda.
  • Di usia 6 bulan belum bisa merespons atau mencari sumber suara.
  • Di usia 9 bulan belum mampu babbling atau mengucap kata “mama” atau “baba”.
  • Di usia 24 bulan belum mampu mengucapkan kata yang memiliki arti.
  • Di usia 36 bulan belum bisa merangkai tiga kata.

Baca Juga: 13 Manfaat Siwak untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

3. Gangguan Perkembangan Sosial-Emosional

Gangguan perkembangan sosio-emosional anak bisa terlihat melalui tanda-tanda seperti:

  • Di usia 6 bulan jarang menunjukkan senyum atau ekspresi kesenangan lain
  • Di usia 9 bulan kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah.
  • Di usia 12 bulan sering tidak merespons panggilan namanya.
  • Di usia 15 bulan belum bisa mengeluarkan kata.
  • Di usia 24 bulan belum bisa mengeluarkan gabungan dua kata yang berarti.
  • Di segala usia tidak memiliki kemampuan bersosialisasi atau berinteraksi.

4. Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa

Gangguan perkembangan ini ditandai dengan minimnya kemampuan seorang anak untuk menunjuk dan memperlihatkan ketertarikannya pada sesuatu atau seseorang, bahkan hingga ia berusia 20 bulan.

Ketika memasuki usia 30 bulan, orangtua masih sulit mengerti perkataan anak. Ini karena anak tidak konsisten dalam respons suara atau bunyi. Misalnya, ia tidak memberikan respons saat dipanggil.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleIni 6 Zodiak Dikenal Energik, Ceria dan Super Aktif
Next Article Ini 10 Terapi untuk Anak Autisme, Semoga Membantu
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,960 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,829 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,802 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?